Setelah berada di luar rumah, warga baru mengetahui bahwa sumber suara dan guncangan tadi bukan berasal dari gempa. Namun, efek rumah ambruk. Bangunan itu milik Hartono, 53, warga setempat. Maklum, peristiwa yang terjadi Minggu (19/2) pagi itu sempat membuat warga waswas. Sebab, dua tahun lalu, di kawasan tempat tinggal mereka memang pernah dilanda gempa. Sejumlah bangunan rusak parah dan rumah Hartono retak akibat lindu tersebut.
BACA JUGA: Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Pantai Cemara Jember Ditemukan Meninggal
Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, warga mengira ambruknya rumah Hartono itu gempa, karena suaranya cukup lantang. Bahkan, debu akibat reruntuhan tembok itu cukup tebal. Beruntung, saat lantai dua itu ambruk tak ada orang di dekat atau di bawahnya, sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Biasanya di bawah teras itu ada yang duduk-duduk. Apalagi kejadiannya pada hari libur. Namun, kali ini pas tidak ada orang,” kata Ngadi, Kasun Watu Ulo, Senin (20/2).
Ngadi mengungkapkan, ambruknya rumah Hartono itu sebenarnya memang dampak gempa. Namun pada Desember 2021 lalu. Kala itu, tidak hanya rumah Hartono, hunian warga di sekitarnya juga banyak yang rusak parah. “Saat itu, Pak Hartono ini hanya memperbaiki sedikit. Padahal lantai dua juga rusak. Makin ke belakang, besi rangka bangunan itu terkena air laut, sehingga semakin lama makin rapuh hingga ambruk kemarin,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ngadi meluruskan kabar yang terlanjur beredar di media sosial dan aplikasi percakapan. Kabar itu menyebut bahwa rumah ambruk ini akibat gempa, sehingga memantik rasa panik. Terutama warga yang tinggal di pesisir selatan Jember. “Karena di medsos beredar kalau di Watu Ulo terjadi gempa. Kabar itu tidak benar. Yang benar adalah karena dampak gempa 2021 lalu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Ambulu AKP Ma’rup mengatakan, ambruknya rumah Hartono itu akibat rangka besi lantai dua berkarat akibat terkena air laut. Sehingga makin lama kian tidak kuat menahan beban bangunan di atasnya. “Tidak sampai ada korban jiwa. Hanya bagian teras dan genting di lantai dua milik korban ambruk. Untuk sementara, bagian atasnya dipasang terpal karena genting ambrol dan hancur,” pungkas mantan Kapolsek Jenggawah tersebut. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal