Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemuda yang Ditemukan Pingsan di Persawahan Jember, Akhirnya Meninggal

Maulana Ijal • Sabtu, 3 Desember 2022 | 18:18 WIB
SAMPAIKAN BELASUNGKAWA: Kapolsek Balung AKP Sunarto (kanan) saat mendatangi rumah korban di Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Sabtu (3/12).
SAMPAIKAN BELASUNGKAWA: Kapolsek Balung AKP Sunarto (kanan) saat mendatangi rumah korban di Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Sabtu (3/12).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah koma dan mendapat perawatan intensif di RSD Balung, Ahmadi, pemuda asal Dusun Krajan, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Jember, akhirnya meninggal. Sebelumnya, pemuda 18 tahun itu ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di areal persawahan Dusun Krajan Lor, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Jumat (25/11) pagi, pekan kemarin.

Kapolsek Balung AKP Sunarto, membenarkan kabar meninggalnya korban pengeroyokan tersebut. Hari ini, pihaknya mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. “Iya, korban meninggal pagi tadi di RSD Balung. Saat ini, kami masih berada di rumah duka,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu (3/12).

BACA JUGA: Temuan Pemuda Pingsan di Persawahan Jember Ternyata Korban Penganiayaan

Mantan Kapolsek Umbulsari ini memastikan, kasus pengeroyokan yang sempat menggegerkan warga Balung itu bakal jalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Dan sejauh ini, pihaknya terus mendalami serta memeriksa ketiga tersangka yang telah tertangkap.

Sebelumnya, dua tersangka ditangkap selang beberapa jam setelah tubuh korban ditemukan tergeletak di persawahan. Sedangkan satu tersangka lagi sempat buron dan dibekuk sehari sesudahnya.

Ketiga tersangka itu masing-masing adalah Ishaq, 24, warga Desa Gumelar, Kecamatan Balung. Dayat, 23, warga Desa Curahlele, Kecamatan Balung dan FH, pelajar di bawah umur yang beralamat di Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari. Kini, ketiganya masih meringkuk di tahanan Polsek Balung untuk menjalani proses penyidikan.

Kasus penganiayaan berujung maut ini dipicu ketersinggungan Ishaq terhadap korban. Pemuda 24 tahun itu menganggap korban ingkar janji. Hingga akhirnya, malam sebelum kejadian, korban bersama tiga tersangka dan satu pemuda lagi bernama Sihut, menenggak minuman keras berjamaah di rumah Ishaq. Setelahnya, mereka keluar rumah dan menuju persawahan tak jauh dari lokasi korban ditemukan tergeletak.

BACA JUGA: Update Kasus Pemuda Pingsan di Persawahan, Motif Penganiayaan Terungkap!

Di tempat sepi inilah, Ishaq tiba-tiba memukul korban. Aksi itu diikuti dua tersangka lain. Pengakuan tersangka kepada penyidik, pemukulan itu dilakukan dengan tangan kosong dua kali. Namun, polisi meragukan keterangan ini, karena saat ditemukan kondisi korban sangat memprihatinkan. Mukanya lebam. Beberapa darah kering terlihat membekas di wajah. Bibirnya jontor.

Seusai mengeroyok, para tersangka membiarkan korban mengendarai motornya melewati jalan sepi di areal persawahan itu. Mereka mengaku tak tahu apa yang terjadi berikutnya. Para tersangka baru mengetahui kabar korban setelah ramai penemuan seorang remaja tanpa identitas yang tergeletak tak sadarkan diri di areal persawahan.

Mereka pun menyusun siasat. Sepakat mengakali polisi dengan memberikan keterangan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal. Siasat itu terbongkar dari rekaman suara salah seorang tersangka yang dikirim ke tersangka lainnya.

Polisi membongkar keterangan palsu tersebut. Hingga akhirnya, aparat membekuk Ishaq. Satu tersangka yang masih berusia di bawah umur, awalnya sempat menjadi saksi. Namun belakangan, ia juga ditetapkan sebagai tersangka karena ternyata terlibat dalam penganiayaan itu. Sedangkan Dayat, dibekuk setelah kabur dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

BACA JUGA: Penganiaya Pemuda yang Ditemukan Pingsan di Persawahan Jember Tertangkap

Menurut Sunarto, motif penganiayaan itu karena dua hal. Pertama, korban dianggap ingkar janji. Dan kedua, lantaran para pelaku berada di bawah pengaruh miras. “Kami terus melakukan pendalaman, termasuk berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan Jember. Karena salah satu pelakunya masih di bawah umur,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Polsek Balung untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Headline #penganiayaan