Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Imbas Banjir Bandang Kalibaru Banyuwangi, Jalan Nasional Tertutup Lumpur

Maulana Ijal • Sabtu, 5 November 2022 | 01:23 WIB
BERSIHKAN LUMPUR: Alat berat terlihat sedang membersihkan lumpur bercampur batu yang menutupi separuh jalan nasional di Dusun Barurejo, Kalibaru Manis, Kalibaru, Banyuwangi, Jumat (4/11).
BERSIHKAN LUMPUR: Alat berat terlihat sedang membersihkan lumpur bercampur batu yang menutupi separuh jalan nasional di Dusun Barurejo, Kalibaru Manis, Kalibaru, Banyuwangi, Jumat (4/11).
BANYUWANGI, RADARJEMBER.ID- Banjir bandang yang menerjang Desa Kalibaru Manis dan Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Kamis (3/11) malam, mengakibatkan puluhan rumah dan tempat usaha rusak. Ini karena lumpur bercampur potongan kayu masuk ke dalam rumah dan tempat usaha warga.

Informasi yang dihimpun, kondisi yang lebih parah juga terjadi di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru. Puluhan tempat usaha yang berjualan buah pisang rusak. Sebagian kemasukan lumpur. Beberapa rumah warga di kawasan itu juga kemasukan air bercampur lumpur. 

BACA JUGA: Badan Jalan Piket Nol Longsor, Jalur Gladak Perak Lumajang Ditutup Total

Tak hanya tempat usaha dan rumah warga saja yang terdampak, jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi juga terganggu. Separuh jalan tertutup lumpur bercampur batu. Bahkan, air yang bercampur lumpur itu tidak lagi lewat saluran asal, tetapi membentuk kanal baru. “Karena selokan yang sebenarnya di sisi utara jalan tertutup bangunan,” kata Mashuri, warga setempat.

Nur Hasanah, pemilik rumah mengaku, sesaat sebelum banjir datang, hujan turun cukup deras sejak sore hari. Beberapa saat kemudian, air bercampur lumpur mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 18.45 WIB. “Selokan yang ada di belakang rumah mengalirkan lumpur hingga masuk ke musala dan kamar,” ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa seperti ini sudah dua kali terjadi. Namun sekarang lebih parah dari sebelumnya. “Karena tempat usaha yang juga menjadi tempat tinggal ini memang berdekatan dengan selokan yang hulunya dari atas gunung,” pungkasnya.

Setelah banjir bandang, upaya pembersihan terus dilakukan. Bahkan, untuk mengangkat tumpukan lumpur bercampur batu tersebut, PTPN 12 Kebun Kalitelepak, Banyuwangi, membantu dengan menerjunkan alat berat.

“Kami mengirim satu unit alat berat agar jalur nasional ini kembali normal. Karena tumpukan lumpur sudah bercampur batu. Demikian juga lumpur yang ada di depan Koramil, juga kami bersihkan,” kata Sayadi, karyawan PTPN Kebun Kalitelepak. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Headline #Banjir Banyuwangi