Dua rumah yang dibakar itu milik Nidin dan Samsuri, warga Padukuhan Batu Lingling Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Peristiwa itu berlangsung dalam semalam. Rumah Nidin dibakar sekitar pukul 19.00. Bahkan ketika itu, di lokasi masih ada anggota Polres Jember dan Polsek Silo. Kapolsek Silo AKP Suhartanto juga masih berada di lokasi.
BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember
Sementara itu, pembakaran rumah Samsuri berlangsung sekitar pukul 23.00. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, ternyata Samsuri sudah dua kali menjadi sasaran pembakaran oleh orang tak dikenal. Sebelumnya, pada 30 Juli lalu, dia juga menjadi sasaran pembakaran. Kala itu, sebuah mobil jip dan beberapa motornya hangus terbakar.
Praktis, rumah Samsuri yang terbuat dari papan kayu rata dengan tanah. Demikian juga dengan seluruh isi rumahnya juga ludes dilalap si jago merah. Termasuk mesin pemecah kopi, serta perabot rumah tangga. Sementara rumah yang terbuat dari tembok mengalami rusak parah di bagian atasnya.
Terbakarnya dua rumah yang dilakukan orang tak dikenal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Silo AKP Suhartanto. Peristiwa pembakaran ini merupakan aksi yang keempat kalinya. Sebelumnya, rentetan aksi serupa juga terjadi. Yakni pada 3 Juli, 30 Juli dan 3 Agustus dini hari.
BACA JUGA: Ini Kronologi dan Data Korban Tragedi Perusakan Pembakaran di Silo Jember
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Jumat (5/8) siang, di lokasi masih terlihat kepulan asap sisa kebakaran yang terjadi kemarin malam. Demikian juga dengan tumpukan kopi yang terbakar masih mengeluarkan asap tebal. Sementara rumah yang berdiri bagian kaca ruang tamu pecah dan bagian atapnya ambruk karena terbakar.
Di posko pengamanan, masih terlihat anggota Polsek Silo, Koramil dan Satpol PP Kecamatan Silo. Tampak juga aktivitas warga dengan menjemur kopi hasil panen.
Kemarin, saat mengunjungi perkampungan di Desa Mulyorejo, Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman mengungkapkan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember yang mendatangi lokasi, belum sempat bertemu dengan korban yang rumahnya dibakar.
Namun, informasi yang dia terima, para korban telah ditampung sementara waktu di rumah saudaranya. “Kita pasrahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengusut insiden ini. Dan saya mengimbau agar warga tidak main hakim sendiri. Karena ini negara hukum, tentu segala sesuatu ada aturannya. Siapapun yang melanggar tentu kena sanksi,” ujarnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal