alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka atas perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember. Sebab, perkara ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada serangkaian peristiwa yang menyertai rentetan amuk massa yang melibatkan warga asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu. Kabarnya, aksi premanisme menjadi muasal penyerbuan massa hingga menyebabkan Desa Mulyorejo mencekam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember dari warga di lokasi, tragedi yang berlangsung selama tiga kali ini, diawali oleh sikap arogan dua kelompok warga dari Desa Mulyorejo ke warga Kalibaru. Dua kelompok itu masing-masing dipimpin oleh T dan S. Mereka kerap menjarah hasil kebun milik warga Kalibaru. Bahkan, secara terang-terangan ketika pemilik sedang berada di kebun.

BACA JUGA: Tragedi Silo Jember, Uang Ratusan Juta Dijarah dan Tiga Warga Terluka

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga suatu ketika, seorang warga Kalibaru yang jengah dengan sikap pongah kelompok T dan S, berusaha menasihati salah seorang anak buah dari salah satu kelompok tersebut. Dia meminta agar para preman perkebunan itu tak lagi menggasak hasil kebun mereka. Namun, perkataan itu dipahami sebagai tantangan dan berujung pada duel bersenjata.

Pada perkelahian satu lawan satu ini, anak buah preman kampung itu menang. Dia mengalami luka pada bagian tangan. Sedangkan warga Kalibaru, terluka di beberapa bagian. Salah satunya adalah kepala. Pertikaian berdarah ini, kemudian memantik kemarahan warga Kalibaru. Hingga akhirnya, pada 3 Juli malam, sekitar 20 orang menyerang rumah pimpinan dua kelompok, T dan S. Hunian serta sejumlah kendaraan dirusak dan dibakar.

Tragedi ini tak sampai mencuat ke publik. Tak ada pewarta yang mendengar kabar tersebut. Selanjutnya, pada 30 Juli malam, peristiwa serupa kembali terjadi. Sekitar 50 orang kembali menyerang ke Desa Mulyorejo. Kali ini, mereka menyasar kelompok S. Peristiwa kedua ini juga sama, tak sampai tercium ke permukaan.

BACA JUGA: Ini Kronologi dan Data Korban Tragedi Perusakan Pembakaran di Silo Jember

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka atas perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember. Sebab, perkara ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada serangkaian peristiwa yang menyertai rentetan amuk massa yang melibatkan warga asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu. Kabarnya, aksi premanisme menjadi muasal penyerbuan massa hingga menyebabkan Desa Mulyorejo mencekam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember dari warga di lokasi, tragedi yang berlangsung selama tiga kali ini, diawali oleh sikap arogan dua kelompok warga dari Desa Mulyorejo ke warga Kalibaru. Dua kelompok itu masing-masing dipimpin oleh T dan S. Mereka kerap menjarah hasil kebun milik warga Kalibaru. Bahkan, secara terang-terangan ketika pemilik sedang berada di kebun.

BACA JUGA: Tragedi Silo Jember, Uang Ratusan Juta Dijarah dan Tiga Warga Terluka

Hingga suatu ketika, seorang warga Kalibaru yang jengah dengan sikap pongah kelompok T dan S, berusaha menasihati salah seorang anak buah dari salah satu kelompok tersebut. Dia meminta agar para preman perkebunan itu tak lagi menggasak hasil kebun mereka. Namun, perkataan itu dipahami sebagai tantangan dan berujung pada duel bersenjata.

Pada perkelahian satu lawan satu ini, anak buah preman kampung itu menang. Dia mengalami luka pada bagian tangan. Sedangkan warga Kalibaru, terluka di beberapa bagian. Salah satunya adalah kepala. Pertikaian berdarah ini, kemudian memantik kemarahan warga Kalibaru. Hingga akhirnya, pada 3 Juli malam, sekitar 20 orang menyerang rumah pimpinan dua kelompok, T dan S. Hunian serta sejumlah kendaraan dirusak dan dibakar.

Tragedi ini tak sampai mencuat ke publik. Tak ada pewarta yang mendengar kabar tersebut. Selanjutnya, pada 30 Juli malam, peristiwa serupa kembali terjadi. Sekitar 50 orang kembali menyerang ke Desa Mulyorejo. Kali ini, mereka menyasar kelompok S. Peristiwa kedua ini juga sama, tak sampai tercium ke permukaan.

BACA JUGA: Ini Kronologi dan Data Korban Tragedi Perusakan Pembakaran di Silo Jember

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka atas perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember. Sebab, perkara ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada serangkaian peristiwa yang menyertai rentetan amuk massa yang melibatkan warga asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu. Kabarnya, aksi premanisme menjadi muasal penyerbuan massa hingga menyebabkan Desa Mulyorejo mencekam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember dari warga di lokasi, tragedi yang berlangsung selama tiga kali ini, diawali oleh sikap arogan dua kelompok warga dari Desa Mulyorejo ke warga Kalibaru. Dua kelompok itu masing-masing dipimpin oleh T dan S. Mereka kerap menjarah hasil kebun milik warga Kalibaru. Bahkan, secara terang-terangan ketika pemilik sedang berada di kebun.

BACA JUGA: Tragedi Silo Jember, Uang Ratusan Juta Dijarah dan Tiga Warga Terluka

Hingga suatu ketika, seorang warga Kalibaru yang jengah dengan sikap pongah kelompok T dan S, berusaha menasihati salah seorang anak buah dari salah satu kelompok tersebut. Dia meminta agar para preman perkebunan itu tak lagi menggasak hasil kebun mereka. Namun, perkataan itu dipahami sebagai tantangan dan berujung pada duel bersenjata.

Pada perkelahian satu lawan satu ini, anak buah preman kampung itu menang. Dia mengalami luka pada bagian tangan. Sedangkan warga Kalibaru, terluka di beberapa bagian. Salah satunya adalah kepala. Pertikaian berdarah ini, kemudian memantik kemarahan warga Kalibaru. Hingga akhirnya, pada 3 Juli malam, sekitar 20 orang menyerang rumah pimpinan dua kelompok, T dan S. Hunian serta sejumlah kendaraan dirusak dan dibakar.

Tragedi ini tak sampai mencuat ke publik. Tak ada pewarta yang mendengar kabar tersebut. Selanjutnya, pada 30 Juli malam, peristiwa serupa kembali terjadi. Sekitar 50 orang kembali menyerang ke Desa Mulyorejo. Kali ini, mereka menyasar kelompok S. Peristiwa kedua ini juga sama, tak sampai tercium ke permukaan.

BACA JUGA: Ini Kronologi dan Data Korban Tragedi Perusakan Pembakaran di Silo Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/