BACA JUGA: Selipkan Peserta Palsu Trik Arisan Bodong Keruk Keuntungan
Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, mengatakan, penanganan PMK di kabupaten terus berlanjut. Sebab, hingga kemarin, kasus sapi yang sakit akibat terpapar PMK pun masih di atas seribu ekor.
’’Sampai saat ini kasusnya masih tinggi, sapi yang masih sakit ada 1.245 ekor, sedangkan yang sembuh ada 4.232 ekor,’’ ungkap Istiqomah.Persebaran PMK di setiap daerah masih terus menjadi atensi pemerintah pusat.
Hal itu karena juga berpengaruh pada sektor ekonomi nasional. Tak urung percepatan penangan tiap daerah pun terus digenjot. Salah satunya dengan pengendalian PMK melalui vaksinasi.Terbaru, disperta pun kembali mendapatkan pasokan vaksinasi dari Provinsi Jatim.
’’Ada 9.000 vaksin di tahap dua ini untuk sasaran baru. Jika ditotal dengan tahap pertama 9.300 dosis, Pemkab Mojokerto sudah dapat 18.300 dosis vaksin.”jelas dia.Menurut Istiqomah, droping vaksin tahap dua ini menjadi angin segar disperta melakukan penanganan di lapangan.
Mengerahkan, puluhan vaksinator, vaksinasi dengan sasaran baru ini bakal dimulai pekan depan. Berbeda dengan pasokan vaksin sebelum lebaran Idul Adha lalu, kali ini pemerintah provinsi atau pusat tidak menentukan sasaran secara khusus.
’’Semua sasaran diserahkan ke daerah, karena daerah sendiri yang tahu kondisi di lapangan, mana wilayah yang harus didahulukan, mana yang belakangan,’’ kata perempuan tersebut.Petugas pun mulai melakukan pemetaan, wilayah mana saja bakal jadi sasaran
’’Pada prinsipnya jenis sapi perah kita tuntaskan dulu, setelah itu baru sapi potong. Khususnya sapi perah di kawasan Pacet,’’ tegasnya.Sesuai data yang masuk, setidaknya ada ratusan sapi perah yang masih alami sakit akibat terpapar PMK.
Masing-masing tersebar di Desa Cempokolimo Dua ekor, Sajen Enam ekor, dan Claket 100 ekor. Sedangkan di Watukenongo, Kecamatan Pungging juga ada 17 ekor sapi perah yang terjangkit PMK. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita;Jawa Pos Radar Mojokerto Editor : Safitri