Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lelaki Asal Panti Ditemukan Meninggal di Sukorambi

Maulana Ijal • Jumat, 1 Juli 2022 | 18:25 WIB
SUDAH DIMAKAMKAN: Jenazah korban ketika dibawa ke Puskesmas Panti. Peristiwa ini diduga murni bunuh diri. Polisi tidak menemukan tanda bekas kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
SUDAH DIMAKAMKAN: Jenazah korban ketika dibawa ke Puskesmas Panti. Peristiwa ini diduga murni bunuh diri. Polisi tidak menemukan tanda bekas kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penemuan sesosok tubuh pria yang tergantung di pekarangan milik Pak Jalal Dusun Ampo, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember, kemarin (30/6) siang, menghebohkan warga setempat. Saat ditemukan, korban sudah meninggal.

Peristiwa itu kali pertama diketahui oleh Basuki, warga setempat. Siang itu, sekitar pukul 13.00, dia ingin melihat tanamannya di sawah. Namun, ketika melintas di tempat kejadian perkara (TKP) dia melihat sesosok tubuh yang tergantung di sebuah pohon. Seketika, Basuki melaporkan hal ini ke Sugik, Kepala Dusun Dukuhmencek.

Kapolsek Sukorambi Iptu Agus Yudi Kurniawan menjelaskan, setelah menerima informasi dari warganya Kasun Sugik segera menghubungi polisi. Anggota polsek yang sedang piket langsung mendatangi lokasi untuk olah TKP. Di saat bersamaan, aparat juga menghubungi petugas medis untuk bersama-sama memeriksa kondisi korban.

BACA JUGA: Jasad Lansia Asal Gumukmas Jember Ditemukan Mengapung di Sungai

Diketahui, korban bernama Samsul Arifin, 40, warga Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti. “Setelah menurunkan korban, petugas membawanya ke Puskesmas Panti untuk pemeriksaan fisik luar. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik,” katanya, Jumat (1/7).

Menurutnya, korban diduga nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri. Dugaan ini diperkuat keterangan orang tua korban yang datang ke puskesmas. Bahkan, orang tua korban meminta jasad anaknya dibawa pulang untuk dimakamkan. “Orang tua korban juga menerima peristiwa ini sebagai musibah, serta menolak untuk dilakukan autopsi,” paparnya.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, Agus Yudi menambahkan, korban cukup tertutup. Mendiang tidak mau bercerita jika ada masalah kepada keluarga. Sehingga orang tua tidak tahu ada problem apa sehingga korban memutuskan bunuh diri. “Dari TKP, kami sudah meminta keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti. Barang-barang bawaan milik korban juga sudah kami amankan. Memang tidak ada indikasi penganiayaan,” pungkasnya. (*)

Rewporter: Jumai

Foto: Polsek for Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Penemuan Mayat