Sejak awal 2022 hingga kini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat rekapitulasi karhutla di wilayah Riau mencapai 421 hektare (Ha). Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau telah mengidentifikasi potensi karhutla hingga akhir tahun ini.
Dari anilisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dinamika atmosfir Indonesia disebabkan oleh El Nina lemah-netral. Hal ini berpotensi terjadi kemarau basah.
Marzuki, Koordinator Data dan Informasi BMKG Wilayah Riau memaparkan, awal masuk musim kemarau periode II diperkirakan bulan Mei, kewaspadaan terus ditingkatkan agar tidak terjadi Karhutlah sampai mendekati puncak kemarau Juni hingga Juli.Selama kurun waktu tahun 2017-2021, rekapitulasi Karhutla seluas 90.550 hektare.
Penulis : Winardyasto
Source : JawaPos.com Editor : Yohanes Pangestu