Iksan, salah seorang saksi mata, menuturkan, setelah korban keluar dari mobil dan dipukul oleh seorang pelaku berbadan besar, pemuda 25 tahun asal Dusun Krajan II, Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember, tersebut lari menyelamatkan diri ke areal persawahan.
BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang
Dia dikejar oleh tiga pelaku hingga terjatuh di pematang sawah. Saat terjungkal inilah ketiganya memukuli tanpa ampun. “Saat dikeroyok itu pelaku yang membawa celurit belum mendekat. Dia masih berdiri di jalan, dekat mobil putih milik korban,” katanya.
Melihat korban gagal melarikan diri, salah seorang pelaku memanggil pria pembawa celurit itu. Lelaki yang disebut bekas suami dari istri siri korban tersebut, lantas merangsek ke areal persawahan.
Tanpa banyak kata, pelaku berperawakan kecil dengan rambut berwarna blonde itu, langsung mengayunkan celuritnya hingga mengenai paha kiri. “Saat itu korban masih bisa berlari ke tengah sawah,” tuturnya, sembari menunjukkan tanaman padi ambruk bekas lokasi pengeroyokan.
Korban yang tersungkur di tengah-tengah tanaman padi itu tak melawan sama sekali. Tiga pelaku terus memukulinya. Bahkan ada yang menginjak tengkuk korban. Saat tak berdaya itulah, pelaku berambut pirang kembali membacoknya.
Ayunan celurit itu mengenai bokong bagian atas. “Selepas itu para pelaku pergi meninggalkan korban. Celuritnya sempat tertinggal di sawah. Namun oleh salah seorang pelaku diambil kembali,” jelasnya.
BACA JUGA: Cemburu Ditengarai Jadi Motif Pelaku Membacok Pemuda Kasiyan Jember
Iksan mendeskripsikan celurit itu. Kata dia, bentuknya panjang dengan lengkungan kecil di bagian ujung. Meski begitu, dia tidak paham persis, apakah celurit model calok atau model kembang turi. Dan oleh pelaku, senjata tajam tersebut tidak dimasukkan dalam rangka yang biasanya terbuat dari kulit. Melainkan diperban pakai kain.
Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono yang kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, memaparkan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
Pihaknya telah memeriksa empat orang saksi dari enam saksi yang dijadwalkan akan dipanggil, Selasa (15/3) kemarin. Selain saksi, beberapa barang bukti juga telah dikumpulkan. “Namun untuk barang bukti celurit masih belum kami temukan,” ujarnya.
Sebelumnya, tragedi berdarah yang mengakibatkan korban tewas terjadi di areal persawahan Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger. Seorang pemuda dikeroyok dan dibacok oleh empat orang pelaku. Korban meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Informasi yang diperoleh, motif penganiayaan berat ini adalah dendam pribadi. Pelaku pembacok korban diduga cemburu karena mantan istrinya menikah siri dengan korban. Kini, polisi terus memburu keempat pelaku tersebut. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal