alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Mobile_AP_Rectangle 1

SELIDIK: Anggota Polsek Puger, Jember, ketika melakukan identifikasi di lokasi pembacokan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aksi kejahatan yang menggemparkan warga terjadi di Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, tepatnya di areal persawahan lingkungan Karang Genting. Seorang pemuda dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin (14/3). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 tersebut mengakibatkan korban luka parah di bagian paha dan bokong. Korban meninggal setelah dibawa ke RSD Balung.

Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, kejadian ini bermula ketika ada empat orang yang mengendarai dua kendaraan bermotor tiba-tiba menghadang mobil putih yang melintas. Korban yang saat itu bersama seorang perempuan di dalam mobil keluar dan berusaha menanyakan maksud penghentian tersebut. “Baru keluar dari mobil, salah satu dari empat orang itu memukul korban,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Iksan mengaku tidak tahu persis apa yang melatarbelakangi pemukulan itu. Namun, dia melihat, setelah salah satu pelaku memukul, korban kemudian lari menyelematkan diri ke areal persawahan. Melihat korban yang berusaha kabur, tiga pelaku berusaha mengejarnya. Selanjutnya, salah satu pelaku membacok korban dan mengenai paha. “Korban terjatuh. Pelaku tetap membacok korban. Saat itu saya berteriak jangan berkelahi di sini,” ujarnya.

- Advertisement -

SELIDIK: Anggota Polsek Puger, Jember, ketika melakukan identifikasi di lokasi pembacokan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aksi kejahatan yang menggemparkan warga terjadi di Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, tepatnya di areal persawahan lingkungan Karang Genting. Seorang pemuda dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin (14/3). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 tersebut mengakibatkan korban luka parah di bagian paha dan bokong. Korban meninggal setelah dibawa ke RSD Balung.

Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, kejadian ini bermula ketika ada empat orang yang mengendarai dua kendaraan bermotor tiba-tiba menghadang mobil putih yang melintas. Korban yang saat itu bersama seorang perempuan di dalam mobil keluar dan berusaha menanyakan maksud penghentian tersebut. “Baru keluar dari mobil, salah satu dari empat orang itu memukul korban,” katanya.

Iksan mengaku tidak tahu persis apa yang melatarbelakangi pemukulan itu. Namun, dia melihat, setelah salah satu pelaku memukul, korban kemudian lari menyelematkan diri ke areal persawahan. Melihat korban yang berusaha kabur, tiga pelaku berusaha mengejarnya. Selanjutnya, salah satu pelaku membacok korban dan mengenai paha. “Korban terjatuh. Pelaku tetap membacok korban. Saat itu saya berteriak jangan berkelahi di sini,” ujarnya.

SELIDIK: Anggota Polsek Puger, Jember, ketika melakukan identifikasi di lokasi pembacokan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aksi kejahatan yang menggemparkan warga terjadi di Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, tepatnya di areal persawahan lingkungan Karang Genting. Seorang pemuda dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin (14/3). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 tersebut mengakibatkan korban luka parah di bagian paha dan bokong. Korban meninggal setelah dibawa ke RSD Balung.

Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, kejadian ini bermula ketika ada empat orang yang mengendarai dua kendaraan bermotor tiba-tiba menghadang mobil putih yang melintas. Korban yang saat itu bersama seorang perempuan di dalam mobil keluar dan berusaha menanyakan maksud penghentian tersebut. “Baru keluar dari mobil, salah satu dari empat orang itu memukul korban,” katanya.

Iksan mengaku tidak tahu persis apa yang melatarbelakangi pemukulan itu. Namun, dia melihat, setelah salah satu pelaku memukul, korban kemudian lari menyelematkan diri ke areal persawahan. Melihat korban yang berusaha kabur, tiga pelaku berusaha mengejarnya. Selanjutnya, salah satu pelaku membacok korban dan mengenai paha. “Korban terjatuh. Pelaku tetap membacok korban. Saat itu saya berteriak jangan berkelahi di sini,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/