alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Cemburu Ditengarai Jadi Motif Pelaku Membacok Pemuda Kasiyan Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Hingga hari ini, Selasa (15/3), polisi terus menyelidiki kasus pembacokan di areal persawahan Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember. Aparat juga masih mendalami motif yang mendorong pelaku melakukan kejahatan itu. Dalam tragedi yang terjadi, Senin (14/3) sore tersebut, korban tewas setelah dibawa ke RSD Balung.

Sejauh ini, memang belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi pelaku menganiaya korban hingga meninggal. Namun, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, diduga salah seorang dari empat pelaku tersebut terbakar api cemburu.

Sebab, ketika empat orang menghadang mobil korban, dua di antaranya mencegat warga yang akan melerai. Mereka memberi peringatan agar warga tidak ikut campur masalah itu. Sebab, kata para pelaku, hal itu merupakan perkara pribadi yang berkaitan dengan keluarga. Ditengarai, salah seorang pelaku merupakan bekas suami dari pasangan korban.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, ketika empat orang yang mengendari dua motor itu menghadang korban, di dalam mobil memang ada seorang perempuan. Namun dia tidak tahu apakah itu istri atau adik korban. “Setelah menghentikan mobil korban, tiga pelaku mendekat ke pintu. Korban keluar dari mobil, lalu dipukul rahangnya oleh salah satu pelaku yang berbadan besar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi kejadian.

Menurutnya, tiga orang itu tak membawa senjata tajam. Sedangkan satu pelaku lainnya, terlihat diam di pintu kiri belakang mobil. Pelaku inilah yang memegang sebuah celurit. Diduga, pria pemegang senjata tajam tersebut yang memiliki dendam pribadi dengan korban.

Iksan mengungkapkan, saat cekcok dekat pintu sopir terjadi, pria pemegang celurit hanya diam saja. Dia melihat dari belakang. Berjarak sekitar dua depa dari korban. Kesaksian Iksan tersebut disampaikannya ketika Tim Inafis Polres Jember melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi peristiwa. “Baru setelah korban lari dan dikejar oleh tiga pelaku, pria yang membawa celurit ini ikut mengejar,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Hingga hari ini, Selasa (15/3), polisi terus menyelidiki kasus pembacokan di areal persawahan Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember. Aparat juga masih mendalami motif yang mendorong pelaku melakukan kejahatan itu. Dalam tragedi yang terjadi, Senin (14/3) sore tersebut, korban tewas setelah dibawa ke RSD Balung.

Sejauh ini, memang belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi pelaku menganiaya korban hingga meninggal. Namun, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, diduga salah seorang dari empat pelaku tersebut terbakar api cemburu.

Sebab, ketika empat orang menghadang mobil korban, dua di antaranya mencegat warga yang akan melerai. Mereka memberi peringatan agar warga tidak ikut campur masalah itu. Sebab, kata para pelaku, hal itu merupakan perkara pribadi yang berkaitan dengan keluarga. Ditengarai, salah seorang pelaku merupakan bekas suami dari pasangan korban.

BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, ketika empat orang yang mengendari dua motor itu menghadang korban, di dalam mobil memang ada seorang perempuan. Namun dia tidak tahu apakah itu istri atau adik korban. “Setelah menghentikan mobil korban, tiga pelaku mendekat ke pintu. Korban keluar dari mobil, lalu dipukul rahangnya oleh salah satu pelaku yang berbadan besar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi kejadian.

Menurutnya, tiga orang itu tak membawa senjata tajam. Sedangkan satu pelaku lainnya, terlihat diam di pintu kiri belakang mobil. Pelaku inilah yang memegang sebuah celurit. Diduga, pria pemegang senjata tajam tersebut yang memiliki dendam pribadi dengan korban.

Iksan mengungkapkan, saat cekcok dekat pintu sopir terjadi, pria pemegang celurit hanya diam saja. Dia melihat dari belakang. Berjarak sekitar dua depa dari korban. Kesaksian Iksan tersebut disampaikannya ketika Tim Inafis Polres Jember melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi peristiwa. “Baru setelah korban lari dan dikejar oleh tiga pelaku, pria yang membawa celurit ini ikut mengejar,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Hingga hari ini, Selasa (15/3), polisi terus menyelidiki kasus pembacokan di areal persawahan Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember. Aparat juga masih mendalami motif yang mendorong pelaku melakukan kejahatan itu. Dalam tragedi yang terjadi, Senin (14/3) sore tersebut, korban tewas setelah dibawa ke RSD Balung.

Sejauh ini, memang belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi pelaku menganiaya korban hingga meninggal. Namun, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, diduga salah seorang dari empat pelaku tersebut terbakar api cemburu.

Sebab, ketika empat orang menghadang mobil korban, dua di antaranya mencegat warga yang akan melerai. Mereka memberi peringatan agar warga tidak ikut campur masalah itu. Sebab, kata para pelaku, hal itu merupakan perkara pribadi yang berkaitan dengan keluarga. Ditengarai, salah seorang pelaku merupakan bekas suami dari pasangan korban.

BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, ketika empat orang yang mengendari dua motor itu menghadang korban, di dalam mobil memang ada seorang perempuan. Namun dia tidak tahu apakah itu istri atau adik korban. “Setelah menghentikan mobil korban, tiga pelaku mendekat ke pintu. Korban keluar dari mobil, lalu dipukul rahangnya oleh salah satu pelaku yang berbadan besar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi kejadian.

Menurutnya, tiga orang itu tak membawa senjata tajam. Sedangkan satu pelaku lainnya, terlihat diam di pintu kiri belakang mobil. Pelaku inilah yang memegang sebuah celurit. Diduga, pria pemegang senjata tajam tersebut yang memiliki dendam pribadi dengan korban.

Iksan mengungkapkan, saat cekcok dekat pintu sopir terjadi, pria pemegang celurit hanya diam saja. Dia melihat dari belakang. Berjarak sekitar dua depa dari korban. Kesaksian Iksan tersebut disampaikannya ketika Tim Inafis Polres Jember melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi peristiwa. “Baru setelah korban lari dan dikejar oleh tiga pelaku, pria yang membawa celurit ini ikut mengejar,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/