Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Marc Marquez dan Bagnaia Dukung Aturan Restart Baru MotoGP, Muncul Efek Samping Tak Terduga

Imron Hidayatullahh • Minggu, 25 Januari 2026 | 14:00 WIB
Dua rider Tim Ducati Lenovo, Pecco Baganaia (depan) dan Marc Marquez, di Sirkuit Brno, Ceko.
Dua rider Tim Ducati Lenovo, Pecco Baganaia (depan) dan Marc Marquez, di Sirkuit Brno, Ceko.

Radar Jember - Marc Marquez dan Francesco Bagnaia menyatakan dukungannya terhadap aturan baru MotoGP terkait prosedur restart motor yang akan mulai diberlakukan pada musim 2026.

Aturan tersebut dinilai lebih aman, meski berpotensi memunculkan konsekuensi baru di lintasan.

Regulasi anyar ini dibuat untuk “meminimalkan paparan bahaya terhadap marshal lintasan”.

Dalam aturan tersebut, motor yang terjatuh dan mesinnya mati tidak lagi boleh dinyalakan kembali di lintasan maupun area run-off.

Baca Juga: Bursa Rider MotoGP 2027 Mulai Memanas, Siapa Pembalap yang Jadi Rebutan Tim Pabrikan?

Motor harus terlebih dahulu dipindahkan ke service road sebelum proses restart dilakukan.

Konsekuensinya, waktu yang dibutuhkan seorang rider untuk kembali ke balapan akan jauh lebih lama.

Sebagian pihak bahkan menilai pemindahan motor hingga ke service road bisa membuat marshal berada dalam situasi berbahaya lebih lama dibanding sekadar membantu restart di tempat.

Namun, aturan ini mengakhiri situasi lama di mana pembalap kerap bersikeras mencoba menyalakan motor berkali-kali di tepi lintasan.

Hal penting lainnya, aturan ini hanya berlaku jika mesin motor mati. Jika mesin masih hidup setelah terjatuh, pembalap tetap diperbolehkan melanjutkan balapan.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Pembalap MotoGp 2026, Siapa Jagoanmu?

Marc Marquez: Lebih Aman untuk Semua

Juara dunia bertahan, Marc Marquez, menilai aturan tersebut sebagai langkah yang tepat.

“Saya setuju, karena pada akhirnya ini cara yang lebih aman,” ujar Marquez.

“Apa yang saya baca, aturan ini hanya berlaku jika mesin mati. Jadi, kalau Anda mengalami kecelakaan kecil dan mesin tidak mati, maka Anda masih bisa kembali ke lintasan,” kata Marquez.

Marquez juga menyinggung pengalaman musim lalu di Motegi, ketika ia tampak kesal karena marshal hampir menjatuhkan motornya saat sesi latihan.

“Memang benar kadang akan sulit bagi marshal, tetapi jika aturannya jelas, ‘Jika mesin mati, Anda tidak boleh kembali’, maka semuanya jadi lebih jelas. Jadi ini lebih baik untuk semua pihak,” tambahnya.

Marquez dikenal piawai menyelamatkan poin setelah terjatuh. Salah satu contohnya di Jerez musim lalu, saat ia bangkit dari kecelakaan awal dan finis ke-12.

Bagnaia: Posisi Mesin Menyala Jadi Kunci

Francesco Bagnaia juga mendukung perubahan tersebut.

“Menurut saya ini perubahan yang bagus untuk keselamatan,” kata Bagnaia.

Sambil bercanda, ia menambahkan, “Sejujurnya, saya tidak pernah punya keberuntungan seperti Marc, motor saya selalu rusak saat saya jatuh!” selorohnya.

Baca Juga: NGERI! Tim Monster Energy yamaha MotoGP Launching Tim di Jakarta bawa Fabio Quartararo dan Alex RIns

Pernyataan ini menyoroti efek samping dari aturan baru: pembalap akan semakin berusaha mempertahankan motor agar mesin tidak mati saat kecelakaan.

“Saya harus lebih berusaha menahan motor,” aku Bagnaia.

“Tapi ini sesuatu yang sedang saya pelajari, karena Marc jelas, seperti di Jerez tahun lalu, bisa jatuh dan tetap restart untuk meraih poin,” katanya.

“Sekarang Anda tidak bisa mendorong motor jika mesinnya mati. Tetapi kalau mesinnya masih hidup, Anda bisa. Jadi penting untuk mencoba menjaga mesin tetap menyala,” tambah Bagnaia.

Risiko Baru di Balik Aturan Baru

Menahan motor saat terjatuh tentu bukan tanpa risiko. Pembalap bisa berpotensi mengalami cedera akibat kontak dengan motornya sendiri saat meluncur di aspal atau gravel.

Selain itu, regulasi ini juga bisa mendorong pabrikan mengatur ulang strategi anti-stall agar mesin tetap hidup lebih lama ketika motor terguling.

Namun, hal tersebut harus diseimbangkan dengan potensi kerusakan mesin.

Editor : Imron Hidayatullahh
#musim 2026 #Bagnaia #marc marquez #MotoGP