Radar Jember - Pembalap VR46, Franco Morbidelli, bersiap menjalani akhir pekan terakhir MotoGP 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.
Usai musim yang penuh pasang surut, Morbidelli berharap bisa menutup tahun dengan hasil solid sebelum memulai persiapan untuk 2026.
Datang dari akhir pekan yang berat di Portimao—di mana ia terjatuh di lap pertama—Morbidelli mengaku siap bangkit dan memperbaiki performanya.
“Saya Baik-Baik Saja… Hanya Salah Perhitungan di Tikungan”
Setelah kecelakaan di salah satu trek tersulit musim ini, Morbidelli menepis kekhawatiran soal kondisinya.
“Saya baik, tanpa cedera. Saya mencoba menyalip di tikungan 5, tapi melebar. Lalu tiga pembalap masuk ke celah yang saya buka. Mereka saling bersentuhan dan saya, yang paling luar, tertabrak motor dan jatuh,” katanya, dinukil Radar Jember dari laman Motosan.
Morbidelli mengakui dirinya terlalu agresif.
“Saya ingin merebut posisi karena saya tidak seharusnya berada di sana. Feeling saya bagus saat warm up dan kami pikir sudah mengatasi masalah motor. Jadi saya mencoba push terlalu cepat. Mungkin saya terlalu terburu-buru,” ujarnya.
Berharap Lebih Baik di Valencia
Morbidelli mengakui Portimao menjadi akhir pekan yang aneh—bukan hanya soal hasil, tetapi juga sensasi di atas motor.
“Portimao adalah akhir pekan yang aneh. Begitu juga Australia. Kami kurang feeling dan itu membuat kami berada di posisi 16–17, yang sudah dua tahun tidak saya alami. Itu bukan level kami,” ujarnya.
Ia berharap data dari dua balapan tersebut bisa membantu memahami masalah yang muncul di Valencia.
Soal GP24 vs GP25: “Ducati Hebat Sejak 2020, tapi Tidak Selalu Sempurna!”
Ketika ditanya motor mana yang akan ia gunakan saat tes Selasa mendatang, Morbidelli menjawab dengan nada bercanda namun penuh makna.
“Sepertinya saya akan pakai GP25, tapi kalau mau pasti, datang saja ke pit lane. Ini balapan terakhir, jadi saya bisa bicara lebih jujur,” jawabnya.
Ia menilai polemik perbandingan GP24 dan GP25 sepanjang musim terlalu dibesar-besarkan.
“Ducati motor yang hebat, semuanya bagus sejak 2020. Saya belum mencoba GP25, tapi melihat pembalap yang sudah mencobanya, mereka sendiri berubah pikiran beberapa kali. Jujur, saya tidak bisa bilang mana yang lebih baik. Dua-duanya luar biasa, kalau semuanya bekerja,” ungkapnya.
Morbidelli juga menyinggung hasil beberapa pembalap Ducati musim ini.
“Selain Marc Marquez, pembalap lain juga kesulitan, sama seperti pengguna GP24,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua masalah bisa ditutupi bahkan oleh pembalap selevel Marc Marquez.
“Saat Marc naik Honda pada 2021–2022, motornya punya masalah dan dia tidak bisa menyembunyikannya. Dia menang di Misano, tapi ada juga hasil P15. Jadi, kalau ada masalah besar, Marc pun bisa kesulitan. Mungkin memang ada masalah di motor, tapi tidak separah itu,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh