Radar Jember – Carlo Pernat kembali menyita perhatian lewat komentarnya seusai MotoGP Indonesia 2025 di Mandalika.
Dalam podcast-nya di GP One, manajer kawakan asal Italia itu menyoroti keras kesalahan Marco Bezzecchi dan membahas kondisi Marc Marquez yang kembali cedera.
“Di Mandalika terjadi segalanya. Bezzecchi seharusnya bisa menang besar, performa Aprilia sangat kuat di tes dan sprint. Tapi, ia melakukan kesalahan besar di start, benar-benar fatal,” ujar Pernat, dilansir Radar Jember dari Motosan.
Insiden itu juga membuat Marquez terjatuh.
“Saya tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Yang jelas, Bezzecchi membuat Marquez dalam situasi buruk. Kabarnya, Marc mengalami dislokasi bahu kanan, bahu yang sama yang pernah bermasalah sebelumnya,” tambahnya.
Pernat pun mengungkapkan pertanyaan tajam yang jadi bahan perdebatan di paddock.
“Bezzecchi sudah minta maaf, tapi saya hanya bertanya-tanya—kalau itu Marquez yang melakukan manuver seperti itu, apa yang akan terjadi?” katanya
Aldeguer dan KTM Jadi Sorotan Positif
Meski penuh drama, Carlo Pernat juga memuji penampilan gemilang Fermin Aldeguer dan KTM di Mandalika.
“Balapan dimenangkan secara luar biasa oleh rookie, Fermin Aldeguer, bersama tim Gresini. Ia menunjukkan bakat besar dan menang dengan selisih hampir sepuluh detik. Itu mungkin rekor musim ini,” ucapnya.
Tentang KTM, Pernat menilai hasil di Mandalika cukup mengejutkan.
“Podium dan posisi keempat setelah tes yang tidak meyakinkan? Luar biasa. Tapi KTM harus hati-hati agar tidak kehilangan Pedro Acosta, karena banyak rumor di luar sana,” tegasnya.
Bagnaia dan Ducati Dapat Peringatan
Carlo Pernat juga menyoroti performa buruk Pecco Bagnaia yang kembali terpuruk setelah tampil kuat di Jepang.
“Situasi Bagnaia buruk. Seolah semua sudah membaik sejak Motegi, tapi ternyata tidak. Ini mungkin balapan terburuknya,” ujarnya.
Ia bahkan menyinggung masa depan hubungan antara Bagnaia dan Ducati.
“Sekarang Dall’Igna dan Bagnaia harus bicara serius, saling menatap mata. Kalau terus begini musim depan, tanda tanya besar. Mungkin saja akan ada kejutan,” katanya.
Namun, Pernat menutup komentarnya dengan sindiran khas.
“Empat seri tersisa. Posisi kedua hampir pasti milik Alex Marquez. Perebutan tempat ketiga akan seru—antara Bagnaia, Bezzecchi, Acosta, dan Morbidelli. Kita menikmati yang tersisa, karena kejuaraan dunia sudah selesai terlalu cepat, berkat Ducati dan Marc Marquez,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh