Radar Jember - Sabtu kelam kembali dialami Francesco Bagnaia di Circuit de Barcelona-Catalunya.
Juara dunia bertahan itu harus puas finis ke-14 di Sprint Race, setelah start dari posisi ke-21.
Sedangkan rekan setimnya di Ducati, Marc Marquez, justru tampil impresif dengan memenangkan Sprint Race.
Dengan hasil ini, Bagnaia menambah satu lagi catatan buruk dalam perjalanannya bersama Ducati Desmosedici GP25 yang masih sulit ia jinakkan.
“Saya sudah memperkirakan balapan ini akan sulit, dan memang begitu adanya. Saya bermimpi bisa melangkah maju setelah Balaton, tapi di sini terasa makin rumit,” kata Bagnaia, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
“Ada bagian lintasan di mana saya bisa mendapat sedikit keunggulan, tapi di sektor lain justru kehilangan banyak waktu. Sulit sekali membalap dengan kondisi seperti ini,” tambahnya.
Ia mengaku masih menggunakan setelan motor Barcelona musim lalu.
Namun, kali ini tidak mampu mengulang performa yang sama.
“Tahun lalu saya bisa menjaga ritme 1’39 sepanjang Sprint, tapi hari ini bahkan satu lap pun tidak bisa,” keluh pembalap Ducati Lenovo itu.
Meski demikian, Bagnaia menegaskan tidak mau membandingkan motor GP25 dengan GP24.
Bahkan mengakui kehebatan Marc Marquez yang bisa menang dengan motor yang sama.
“Saya tidak ingin lagi membandingkan motor. Inilah motor saya sekarang. Marc Marquez melakukan pekerjaan luar biasa dengannya. Jelas dia bukan yang paling cepat hari ini, tapi tetap menang. Kita harus menghormatinya karena dia membalap dengan sangat sempurna,” ujarnya.
Bagnaia juga mengaku lebih fokus pada sisi negatif daripada positif motor.
“Sekarang saya hanya fokus pada masalah. Kadang lebih baik memikirkan soal membalap saja, bukan yang lain. Itu yang harus saya lakukan,” katanya.
Meski frustrasi, ia menegaskan tak akan menyerah.
“Saya selalu berharap bisa tampil lebih baik. Saya bukan orang yang mudah menyerah, saya akan terus mencoba. Tapi memang saat ini sangat sulit mengatakan saya sudah melakukan yang maksimal ketika finis ke-14. Saya yakin bisa lebih baik, tapi jelas saya belum menemukan koneksi dengan motor ini,” ungkap Bagnaia.
Bagnaia bahkan merasa terlalu sering mengambil risiko di atas Desmosedici GP25.
“Hari ini saya hampir jatuh tujuh kali. Anehnya, musim lalu saya lebih cepat, tapi tidak pernah mengalami risiko seperti itu. Sekarang saya justru jauh lebih lambat tapi lebih sering di ambang crash. Itu sangat aneh dan sulit diterima,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh