Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gim Jadul Kaya Akan Nilai Luhur, Namun Mulai Terlupakan

Maulana Ijal • Minggu, 4 Juni 2023 | 16:40 WIB
Photo
Photo
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Bagi generasi 90-an tentu tidak asing, dengan Dam daman atau Dam das. Permainan tradisional tersebut, mirip dengan catur yang juga dimainkan oleh dua orang. Saat ini, memang sudah sangat jarang ditemui. Karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu, dengan gadget mereka masing-masing.

https://radarjember.jawapos.com/main_yuk/04/06/2023/main-dam-daman-harus-punya-strategi-dan-taktik/

Namun tidak bagi sejumlah anak di Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso. Masih ada yang terus memainkan permainan satu ini. Seolah menolak untuk dilupakan, seperti kebanyakan permainan tradisional lainnya. Tentu saja, hal ini dapat menambah kecerdasan mereka.
Photo
Photo


Dam-daman dimainkan di atas arena layaknya catur. Uniknya, tempat permainan ini bisa digambar diatas kertas, triplek hingga tanah. Selain itu, bidaknya atau pion jika pada permainan catur, juga bisa menggunakan apa saja. Asal terdapat perbedaan antara dua pemain. Ada sejumlah garis kecil yang dijadikan sebagai tempat pemain untuk maju, menyamping dan makan bidak lawan.

Setiap pemain dapat saling mengalahkan, caranya dengan melompati bidak lawan. Karena yang dilompati harus dikeluarkan dari arena pertandingan. Ada banyak strategi yang dapat digunakan, salah satunya dengan sengaja memindah bidak agar dimakan oleh lawan. Jika tidak dilakukan oleh lawan, maka lawan akan terkena pelanggaran. Hukumannya, tidak bidak harus dikeluarkan dari arena.

Pemain dinyatakan menang apabila berhasil menghabiskan seluruh bidak lawan. Biasanya, pemain yang kalah akan menata ulang posisi bidak. Sebelum akhirnya permain kembali diulang kembali. “Memang sudah cukup jarang ditemui sekarang ini,” katanya Bagus Rimbawan, warga Desa Sukowiryo.

Padahal menurutnya, terdapat banyak nilai yang dapat diambil dari permainan tradisional satu ini. Salah satunya nilai kesabaran, para pemain dituntut untuk sabar ketika menunggu lawan memindahkan bidaknya. Sembari menunggu, juga bisa memainkan strategi agar bisa mengalahkan musuh dengan cepat. “Pemain juga harus cermat memperhitungkan bidak yang akan diambil,” imbuhnya.

Selain itu, Bagus juga menilai permainan ini dapat mengasah otak anak. Karena sebelum menentukan langkah, pemain dituntut untuk berfikir terlebih dahulu. Sehingga langkahnya bisa efektif dalam mematikan bidak lawan. Nilai luhur selanjutnya adalah nilai sosial, bagaimana tidak permainan ini akan mempertemukan dua orang secara langsung. “Kan dimainkan bersama-sama, jadi mengurangi kecanduan gadget juga ini sebenarnya,” pungkasnya. (ham) Editor : Maulana Ijal
#Main Yuk