RADAR JEMBER - Upaya pencarian terhadap Fardhan Afgani (14), remaja asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, yang hilang terseret arus di Muara Pancer, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, sampai saat ini belum ditemukan.
Saat ini petugas tengah menyisir laut lepas untuk mencari korban.
Petugas gabungan dari BPBD Lumajang dan Basarnas Banyuwangi membagi kekuatan untuk menyisir area yang dikenal memiliki karakteristik arus bawah yang sangat kuat tersebut.
Total ada dua unit perahu karet diterjunkan ke lokasi untuk melakukan manuver untuk memicu benda di dasar air agar terangkat ke permukaan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang, Dwi Nur Cahyono menjelaskan, pencarian hari ini fokus menyisir di area laut lepas, sebab ada kemungkinan korban telah terbawa keluar dari muara.
“Kami juga melakukan penyisiran dan manuver di area muara, tepatnya di sekitar lokasi awak. Kondisi arus dalam di Muara Pancer dikenal sangat kencang dan tidak terprediksi, makanya pencarian hanya menggunakan perahu,"ucapnya.
Tragedi tersebut bermula pada Sabtu (28/3) siang, saat korban bersama keluarganya datang ke Dusun Meleman untuk menikmati waktu libur.
Sekitar pukul setengah 3 sore korban berniat untuk berenang di muara. Arus muara yang deras langsung menyeret tubuh remaja malang tersebut.
Pihak keluarga yang berada di lokasi, sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kuatnya tarikan air membuat korban dengan cepat hilang dari pandangan.
Pihak keluarga berharap korban bisa segera ditemukan.
Mereka bahkan datang langsung ke tempat kejadian selama proses pencarian berlangsung. Terlihat orang tua dan sanak keluarga masih syok dengan kejadian itu.
“Pencarian terus kita lanjutkan, semoga bisa segera ketemu," pungkasnya. (dea/son)