Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Letupan Sekunder Semeru Bikin Gladak Perak Gelap: Jalur Malang–Lumajang Ditutup Total Sejam Lebih

Jumai RJ • Senin, 24 November 2025 | 13:50 WIB

SEMPAT DITUTUP: Gladak Perak, akses jembatan penghubung Malang-Lumajang, sempat ditutup total akibat hujan abu akibat letupan sekunder Gunung Semeru. Kini berangsur normal.
SEMPAT DITUTUP: Gladak Perak, akses jembatan penghubung Malang-Lumajang, sempat ditutup total akibat hujan abu akibat letupan sekunder Gunung Semeru. Kini berangsur normal.

Radar Jember - Geladak Perak, jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dengan Malang selatan, sempat ditutup total oleh petugas.

Hal itu terjadi karena terdapat letupan sekunder di daerah aliran sungai (DAS) Besuk Kobokan, Jumat (21/11) pukul 16.00.

Kemarin, banyak pengendara yang hendak lewat, namun harus tertahan karena ada letupan sekunder di DAS.

Seluruh kendaraan yang melintas baik dari arah Malang selatan, maupun dari Lumajang dilarang melintas.

Sebab, pemandangan akses jembatan perak sempat gelap akibat tertutup abu. Selain itu, jalan menjadi licin karena hujan.

Penutupan dari dua arah itu sekitar satu jam lebih.

Asap tebal yang berasal dari letupan sekunder DAS menutupi pandangan saat melintas di jembatan Gladak Perak.

Petugas melarang pengguna jalan baik yang mengendarai sepeda motor maupun kendaraan pribadi untuk lewat.

Ada beberapa petugas yang berdiri sebelum jembatan agar pengendara yang memaksa lewat berhenti.

Penutupan itu karena dianggap membahayakan pengguna jalan.

Namun, kalaupun ada pengendara yang memaksa lewat, petugas meminta agar menyalakan lampu serta membunyikan klakson.

Sebab, sepanjang menuju jembatan baik dari arah Malang maupun Lumajang cukup gelap karena tertutup abu.

Bahkan abu tebal di jalan aspal membuat jalan licin karena juga hujan.

Syamsuri, 45, bersama istrinya, asal Malang, yang hendak ke Jember terpaksa balik kanan karena jembatan tertutup abu tebal.

Ia bersama istri dan anak perempuan putar balik.

Kendaraan pribadi, armada truk maupun kendaraan roda empat lainnya yang memaksa melewati jembatan bakal itu mandi lumpur.

Sebab, bagian kaca tertutup abu vulkanis Semeru yang terkena air hujan.

Bahkan di sepanjang jalan setelah keluar dari Gladak Perak ada relawan yang menyiram kaca kendaraan dengan air bersih.

Banyak juga pengendara roda dua yang memilih putar balik karena pandangan jalan gelap dan jalan licin. (jum/fid/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#das #Gladak Perak #erupsi semeru #Besuk Kobokan #Gunung Semeru #Lumajang