Radar Jember - Jumlah penduduk yang tembus 2,6 juta jiwa lebih membuat persaingan industri kesehatan di Jember berlangsung kompetitif.
Beragam fasilitas kesehatan tersedia.
Mulai dari rumah sakit daerah (RSD) pemda, rumah sakit BUMN, RS swasta, sampai klinik dan puluhan Puskesmas.
Bupati Jember Muhammad Fawait juga mengakui demikian.
Menurutnya, meski Jember memiliki banyak rumah sakit, namun jumlah tempat tidur (bed) masih jauh dari memadai.
"Berdasarkan data, Jember masih kekurangan sekitar 700 bed untuk melayani 2,6 juta penduduknya," bebernya, pekan lalu (15/9).
Saat ada sekitar 15 rumah sakit di Jember.
Sementara ketersediaan tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) belum memenuhi ketentuan ideal yang disarankan yakni 85 persen.
Mengatasi krisis bed ini, Gus Fawait, sapaan dia, menyampaikan kabar baik bahwa akan ada dua rumah sakit baru yang dibangun di Jember.
Wacana itu dirasa krusial mengingat RSD dr Soebandi, yang merupakan fasilitas kesehatan utama di Jember, juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten di sekitarnya.
"Alhamdulillah, saya dapat kabar dua rumah sakit akan dibangun di Jember ini. Dengan adanya penambahan dua rumah sakit ini, saya berharap kebutuhan bed di Jember bisa tercukupi," jelasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh