Enam kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Kedungjajang, Padang, Kunir, Yosowilangun, Klakah, dan Kecamatan Jatiroto. Kerawanan itu meliputi daerah yang berpotensi terjadi black campaign, money politic, unjuk rasa, saling serang antar-medsos, penggelembungan suara, dan teror.
Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ronny Wijaya Koesuma mengatakan, pemetaan itu mengacu pada pelaksanaan pemilihan lima tahun terakhir. Sebagian kecamatan yang masuk kategori rawan pertama tersebut memiliki pengalaman kurang baik selama tahapan berlangsung.
“Ini kami juga mengaca pada beberapa peristiwa yang terjadi. Sebetulnya, daerah yang masuk kategori rawan ini juga telah disiapkan antisipasi dan cara penanganannya. Tingkat kerawanan ini merupakan peristiwa yang menghambat proses pelaksanaan pemilihan,” katanya.
Menurut dia, setiap tingkat rawan itu memiliki indikasi masing-masing. Seperti kecamatan yang masuk tingkat rawan ketiga, meliputi Kecamatan Gucialit, Senduro, Pronojiwo, Tempursari, Ranuyoso, Tekung, Rowokangkung, dan Kecamatan Pasrujambe.
“Daerah ini menurut kajian kami adalah daerah yang pernah mengalami keterlambatan logistik. Kemudian, berpotensi terjadi bencana alam, erupsi maupun tanah longsor. Kami juga sudah siapkan bagaimana menghadapi setiap level tingkat kerawanan yang ada,” pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Adeapryanis