radarjember.id - Berbagai intervensi dilakukan untuk menguatkan ketahanan pangan. Salah satunya dengan memperluas wilayah penanaman bawang merah. Sampai-sampai Pemkab Lumajang menggelontorkan bantuan bibit bawang merah di sejumlah kecamatan.
Bantuan tersebut untuk memastikan ketersediaan pasokan bawang merah selama beberapa waktu ke depan. Bantuan ini berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2024. Harapannya dapat menjaga stabilitas harga bawang merah di Lumajang.
Kabid Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Hendra Suwandaru mengatakan, kawasan terbesar yang menjadi lokasi penanaman bawang merah tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Kunir, Yosowilangun, dan Kecamatan Tekung.
“Saat ini kami mengajak para petani yang ada di daerah selatan Lumajang, khususnya daerah Kunir, Yosowilangun, Tekung dan daerah sekitarnya, untuk bisa ikut menanam bawang merah di lahan sawahnya,” katanya. Sebab, harga bawang merah cenderung stabil, nyaris tak pernah anjlok.
Menurutnya, pemberian bantuan bibit bawang merah juga untuk mendorong luasan lahan tanam mencapai 30 hektare. Sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya Lumajang dapat tercukupi. Apalagi rata-rata harga bawang merah di pasaran mencapai Rp 18 ribu perkilogram.
“Kita sudah menyalurkan sekitar 2,8 ton bibit bawang merah kepada kelompok tani yang ada di Desa Yosowilangun Kidul. bulan ini memang belum panen, tapi ada dua kelompok tani tanam lagi. Yakni di Yosowilangun ada 2,8 hektare dan di Tekung ada 0,3 hektare,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis