LUMAJANG, Radar Jember - Bencana banjir lahar akibat cuaca buruk yang menimpa 9 kecamatan, 21 desa dan empat Kelurahan di Lumajang Kamis (18/4) llau, dampaknya tentu masih dirasakan oleh warga sekitar.
Bahkan kemarin (20/4) petugas gabungan masih melakukan pembersihan di lokasi bencana, baik longsor hingga banjir lahar dingin.
Akibat bencana itu tiga orang meninggal dunia, warga lainnya juga sempat mengungsi ke ke tempat yang aman saat cuaca ekstrim berlangsung.
Informasi yang berhasil dihimpun, ada tiga orang yang meninggal duna akibat bencana yang terjadi di Kota Pisang.
Selain itu, ada 17 unit jembatan yang rusak, 24 unit jaringan iringasi terdampak dan empat rumah warga terdampak. Akses jalan di Jembatan Piket Nol juga sempat lumpuh.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, petugas masih fokus melakukan pembersihan di Kecamatan Lumajang (kota) dan Kecamatan Sukodono.
Kurang lebih ada 9 titik yang menjadi fokus pembersihan.
Hal tersebut bertujuan agar akses bagi masyarakat kembali normal seperti sebelumnya.
“Saat ini kami masih fokus pembersihan,” katanya.
Dia juga menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) intensitas curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi hingga hari ini (21/4).
Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan menghindari tempat yang rawan luapan air dari daerah aliran sungai (DAS) dan longsor, khususnya bagi warga yang ada di sekitar aliran lahar Gunung Semeru.
“Waspada dan menjauh saat curah hujan tinggi, agar terhindar dari banjir,” tegasnya.
Aparat Kepolisian dan TNI juga meninjau dan membersihkan lokasi bencana, terlihat sejumlah alat berat diturunkan untuk menyingkirkan material yang menimpa badan jalan, di jalur Piket Nol desa Sumberwuluh kecamatan Candipuro.
Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik mengatakan, longsor di beberapa titik di jalur piket nol yang menghubungkan kabupaten Lumajang dengan kabupaten Malang sementara tidak bisa dilewati karena banyaknya material berada di badan jalan.
"Sampai dengan saat ini jalur hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 2, sedangkan untuk kendaraan roda 4 dan kendaraan berat lainnya masih belum dapat melintas, menunggu material longsor dibersihkan," tandasnya. (has/ham/nur)
Editor : Radar Digital