BACA JUGA : Jumlah Perahu Nelayan Bertambah, Perlu Ada Tambahan Pelabuhan Perikanan
Sebelumnya Arifin dilaporkan terseret saat hendak berangkat kerja ke kebun PTPN XI Jatiroto dengan menyeberangi Sungai Bondoyudo. Sebab, muatan perbekalan di atas bak itu melebihi beban. Akibatnya, bak yang ditumpangi Arifin itu terbalik dan ikut terbawa arus.
Kemarin pagi, BPBD Lumajang bersama Basarnas Pos SAR Jember kembali melakukan pencarian pada hari ketiga. Puluhan personel gabungan itu awalnya menyisir dari Jembatan Sariono, Rowokangkung, menuju lokasi awal korban. Sekitar pukul 9.15, tim mendapatkan informasi ada jenazah mengapung. Tim pun langsung menuju lokasi.
“Sekitar pukul 9.40 kami langsung lakukan evakuasi jenazah diduga bernama Arifin dengan membawanya ke tepi dan memasukkannya ke dalam kantong jenazah,” ujar personel BPBD Lumajang Dwi Nur Cahyo.
Dwi menjelaskan, jarak penemuannya 500 meter dari titik awal kejadian. Jenazahnya ditemukan tersangkut di pohon bambu yang melintang di sungai. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa ke RS PTPN XI Jatiroto menggunakan ambulans Puskesmas Jatiroto.
Pihak keluarga yang mendapatkan informasi itu segera menuju RS PTPN XI Jatiroto. Mereka mengidentifikasi jenazah tersebut. “Mereka meyakini jenazah itu adalah almarhum Arifin yang terbawa arus Sungai Bondoyudo pada hari Sabtu lalu,” jelasnya.
Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Lumajang Joko Sambang menambahkan, pencarian sebelumnya dilakukan mulai dari titik lokasi hingga muara Sungai Bondoyudo di Desa Maleman, Kecamatan Yosowilangun. Namun, pencarian selama dua hari itu masih nihil. Sebab, derasnya arus sungai menyebabkan pencarian tak bisa maksimal.
“Dasar sungai juga banyak batu cadas. Jadi, tim penyelam tidak bisa menyelam lebih dalam. Hanya melakukan manuver-manuver saja. Makanya, kami berharap ada hujan. Karena debit air yang naik itu memungkinkan jenazah terangkat,” terangnya. Dengan penemuan jenazah Arifin, dia menegaskan Ops SAR ditutup. (kin/c2/fid) Editor : Safitri