Hal itu memantik rasa kemanusiaan di Lumajang. Pagi tadi, ratusan siswa SMP Negeri 4 Lumajang menggelar salat gaib dan doa bersama. Kegiatan itu ditujukan untuk para korban tragedi kanjuruhan pascalaga BRI Liga 1 antara Arema Malang kontra Persebaya Surabaya.
BACA JUGA: Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Loncat Keluar Tribun
Kepala SMPN 4 Lumajang Mamik Setyawati mengungkapkan, kegiatan ini merupakan inisiatif siswa-siswinya sebagai bentuk bela sungkawa terhadap para korban meninggal.
"Ini inisiatif dari anak-anak sebagai bentuk keprihatinan atas insiden kerusuhan di Kanjuruhan Malang. Keprihatinan kami semakin bertambah saat mengetahui banyak di antara korban itu masih usia produktif dan tercatat sebagai pelajar," ungkapnya.
Mamik mengatakan, cukup banyak anak didiknya yang menjadi supporter kedua tim. Namun, saat pertandingan itu digelar, tidak ada siswa SMPN 4 Lumajang yang datang ke stadion Kanjuruhan.
"Alhamdulillah siswa kami aman dan tidak menjadi korban," katanya. Hal itu dipastikan setelah dia mendengar kerusuhan. Sehingga sejak kemarin pagi, pihaknya sibuk menghubungi guru dan wali kelas. Dia menanyakan, apakah ada siswanya yang menjadi korban.
Hingga pagi ini, dia memastikan seluruh siswanya tidak ada yang menjadi korban. Sebab, hasil absensi, para siswa yang menyukai kedua klub bola Jawa Timur itu masuk sekolah. Meski demikian, pihaknya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Keprihatinan serupa juga tidak hanya ditunjukkan instansi pendidikan. Informasi yang berhasil dihimpun, suporter klub Aremania di Lumajang juga bakal menggelar aksi simpatik. Aksi itu berupa seribu lilin di halaman Stadion Semeru Lumajang.
"(Pelaksanaannya) nanti malam. Seluruh klub supporter bisa ikut aksi dan mendoakan korban," ujar Ubay, Koordinator Suporter. (*)
Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Foto : Muhammad Sidkin Ali
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal