Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Obsesi Menjadikan Koperasi Modern Pertama di Lumajang

Safitri • Rabu, 21 September 2022 | 21:13 WIB
DIDAMPINGI: Sejumlah anggota koperasi modern tengah mengikuti pendampingan untuk mendapatkan arahan demi melakukan pengembangan koperasi.
DIDAMPINGI: Sejumlah anggota koperasi modern tengah mengikuti pendampingan untuk mendapatkan arahan demi melakukan pengembangan koperasi.
CITRODIWANGSAN, Radar Semeru - Di era yang semakin canggih banyak orang memanfaatkan momen tersebut. Mereka berupaya untuk mengikuti zaman digitalisasi media. Tak terkecuali koperasi, yang juga ikut bertransformasi menjadi koperasi modern. Salah satunya di Jawa Timur yang tergolong dalam koperasi tersebut ada di Kabupaten Lumajang, yaitu Rumah Kita Berdaya (RKB). Meski baru terbilang seumur jagung, namun pendampingan tetap dilaksanakan secara maksimal.

BACA JUGA : Pancaroba, Inilah 10 Tip Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Segar

Upaya terus dilakukan oleh pengurus, anggota, maupun pendamping bagi terlaksananya koperasi modern ini. Tentu dengan beberapa indikator. Salah satu pendaftaran anggota berbasis elektronik dan telah memanfaatkan teknologi digital sehingga koperasi itu layak menjadi koperasi modern. Tujuannya mempermudah pelayanan dan perluasan jangkauan pasar.

Seperti RKB, meski baru seumur jagung, namun semangat mereka yang tergabung makin berkobar. Pendampingan koperasi modern dan upgrading terus dilakukan secara kontinu. Meski baru beranggotakan sekitar 20 orang.

Namun, pihaknya tetap optimistis bisa merangkul lebih banyak anggota dari jumlah tersebut. “Kami optimistis tahun ini bisa menggaet sekitar 50 lebih anggota dengan cara-cara yang profesional. Misal nanti mereka kami buatkan konten video atau foto produk karena basic-nya UMKM, sehingga mereka tertarik untuk bergabung,” tutur Airlangga Tito, Manajer Bisnis RKB.

Selain itu, menurut Fauzan Muttaqien, Pendamping Koperasi Modern Bidang Manajemen Bisnis, semua koperasi berpotensi untuk menjadi koperasi modern. Dengan memiliki kemauan yang tinggi dan beberapa indikator. Meski di Lumajang baru RKB yang jadi koperasi modern pertama. “Sebetulnya semua koperasi berpotensi dengan beberapa kriteria. Salah satunya RKB di tahun ini yang menominasikan langsung dari Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop,” katanya.

Meski demikian, dia terus memotivasi mereka yang tergabung di dalamnya untuk mengembangkan koperasi modern dan bisa dijadikan salah satu contoh koperasi modern di Lumajang. (dea/c2/fid)



Manfaatkan Layanan Daring

LUMAJANG, Radar Semeru - Layanan daring jadi jurus jitu untuk mempermudah pekerjaan warga. Tak terkecuali koperasi modern, juga ikut memanfaatkan layanan tersebut. Dengan membuat sebuah website untuk memudahkan anggota maupun pengurus mengakses data dan sebagai bentuk efektivitas serta efisiensi.

Baru-baru ini pihaknya telah merancang sistem informasi dan teknologi (IT) baik berupa website, sistem laporan keuangan, bahkan terdapat layanan display produk melalui quality control. Sehingga semua akses koperasi modern cukup dipantau melalui layar ponsel. Maka, otomatis semua data akan terkoneksi dalam layanan tersebut.

Sistem tersebut dinilai lebih efektif dan mempermudah mereka yang tergabung di dalamnya. Sebab, bisa memantau secara langsung terkait keuangan koperasi tersebut. Airlangga Tito selaku Manajer Bisnis RKB juga tengah fokus untuk mengubah mindset warga yang tertanam saat ini. Banyak yang beranggapan jika koperasi hanya digunakan sebagai sistem simpan pinjam. “Kita fokus mengubah mindset. Apalagi dengan didukung layanan online. Sebab, nanti di tampilannya akan muncul neraca dan grafis yang saat ini sedang dikerjakan,” ucapnya. Dengan adanya sistem tersebut bisa langsung dilakukan evaluasi.

Tak hanya itu, pihak pendamping juga merespons dengan baik kebijakan yang diluncurkan oleh pusat. Sehingga pendampingan bisa lebih maksimal dengan sistem layanan daring. Menurutnya, kini layanan itu akan segera di-launching. “Pengurus dan anggotanya semua paham IT, memiliki keahlian yang cukup di berbagai bidang. Website sudah dirancang. Tinggal launching. Bahkan display produk melalui quality control. Jadi, tata kelolanya cukup memperhatikan stakeholder koperasi,” pungkasnya. (dea/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang