BACA JUGA : Parpol Boleh Lakukan Sosialisasi Tapi Jangan Bagi Amplop
Kepala Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Muniri menyebut, sebanyak 105 KPM menerima bantuan di kantor desa. Bantuan itu merupakan bantuan triwulan kedua pada tahun 2022. Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 900 ribu.
Dia mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan bertahap selama tiga bulan sekali. Sebelum disalurkan, pihaknya tetap melakukan pendataan terhadap para KPM.
Dia menegaskan, sebelum disalurkan, pihaknya melakukan pendataan secara intensif ke masyarakat. Melalui RT/RW, masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah benar-benar terdata. Proses penentuan KPM ini berjalan ketat. Sebab, KPM BLT DD tidak boleh menerima bansos lainnya.
“Kami data secara kontinu untuk melihat perkembangan ekonomi mereka. Kami tentukan masyarakat yang urgen. Artinya, merekalah yang berhak menerima. Makanya kami sangat ketat agar masyarakat yang tidak terkaver bansos lainnya bisa masuk sebagai KPM BLT DD,” tegasnya.
Dia menilai, bantuan itu sangat membantu perekonomian masyarakat. Sebab, sejak bantuan itu turun pada awal pandemi, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu juga terpancar dari wajah semringah KPM setelah menerima uang BLT DD secara tunai. “Mereka senang. Karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Dan tahun ini, hasil panennya kurang bagus. Semoga BLT DD dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka,” katanya.
Camat Tekung Sarjito Wibowo menuturkan, delapan desa di wilayahnya itu sudah menyalurkan BLT DD. Harapannya, uang tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh KPM. Sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan primernya sehari-hari.
Dia memastikan, KPM yang menerima BLT DD tidak menerima bansos lainnya. Sebab, selama ini masing-masing pemdes mengusulkan KPM secara riil. Pihaknya juga melakukan pengawasan dalam setiap pendataan dan penyaluran bansos di Kecamatan Tekung.
“Bantuan ini memang disalurkan sebagai kepedulian pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19. Karena sebagian besar belum terjangkau bantuan, makanya BLT DD hadir untuk membantu masyarakat. Kami mengimbau agar uang yang diterima dikelola untuk kebutuhan primer. Seperti memenuhi gizi anak dan keluarga, serta kebutuhan primer lainnya. Semoga tidak digunakan untuk kebutuhan sekunder,” jelasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri