Baca Juga : Puasa Jangan Abaikan Kebersihan Gigi dan Mulut
Oleh sebab itu, sistem informasi satu data sangat dibutuhkan. Sebab, hal itu akan memudahkan pemetaan jumlah koperasi dan UMKM. Kemarin, ratusan warga menerima pembekalan sebagai pencacah data atau enumerator KUMKM. Nantinya, mereka bakal mendata seluruh KUMKM yang ada di Lumajang.
Kabid Usaha Mikro dan Industri Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang Samsul Nurul Huda menyebut, 140 warga Lumajang dilibatkan dalam pendataan. Mereka akan disebar hingga ke pelosok desa. Pendataan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan hingga lima bulan mendatang. “Sebelumnya kami membuka seleksi ini. Hari ini (kemarin, Red) mereka mendapatkan bimbingan teknis pendataan lengkap sebelum terjun ke masyarakat,” katanya.
Samsul menyebut, ada 70 ribu KUMKM yang akan didata. Masing-masing enumerator akan mendata seratus KUMKM. Sehingga dalam sebulan minimal 20 KUMKM terdata.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Lumajang Suharwoko menambahkan, pendataan itu untuk mewujudkan sistem informasi satu data. Sehingga akan ada data valid semua KUMKM di Lumajang. Tentu, hal itu akan memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan ke depannya.
Disinggung apakah pendataan itu berkaitan dengan suntikan dana bantuan dari pemerintah, dia menegaskan hanya pendataan saja. “Pendataan ini tidak ada hubungannya dengan bantuan dana dari pemerintah pusat. Hanya saja, pemerintah ingin ada satu data, makanya pendataan ini difasilitasi agar data yang di-update 95 persen valid,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri