Kepala Desa Kutorenon, Faisal Rizal mengungkapkan, air mulai naik ke jalan dan permukiman sekitar pukul lima pagi. Ketinggian air banjir berbeda-beda. Namun, dua dusun terendam cukup tinggi. Antara 20-60 sentimeter.
"Kebanyakan warga masih bertahan di rumah. Warga juga sudah gotong royong untuk membersihkan akses jalan. Mengambil kayu yang membuat air mampet," katanya.
Dia menambahkan rukun warga (RW) yang terdampak genangan cukup tinggi itu terdiri dari RW 7, 8, 9 dan 10. Meski demikian, air mulai surut. "Tidak naik lagi. Sekarang sudah surut," tambahnya.
Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Fotografer: Johari for Radar Semeru
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Yohanes Pangestu