“Memang masih dibatasi. Kami mau merayakan ulang tahun museum daerah yang ke-6 secara meriah, tetapi malah masuk PPKM lagi. Ya sudah, kami tetap lanjutkan dengan kemampuan kami. Konsekuensinya, ya, seperti ini. Lumayan sepi dan jarang pengunjung,” kata Kabid Kebudayaan Disparbud Lumajang Siswanto.
Menurut dia, perayaan ini tujuannya untuk mengedukasi masyarakat serta memberikan informasi yang bahwa jika Lumajang masih memiliki budaya yang kuat. Siswanto mencontohkan kain batik, para perajin batik tersebut memiliki karakter dan kreativitas masing-masing dalam menggambarkan Lumajang.
Selanjutnya, soal benda pusaka, sekalipun tidak banyak pengunjung yang datang, tetapi cukup banyak kolektor yang merawat serta melestarikan peninggalan senjata di Lumajang. Hal itu menunjukkan masih banyak warga yang melestarikan budaya. “Target kami di pameran ini adalah mengedukasi,” tambahnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, ada tiga bilik yang dipakai para perajin batik untuk menunjukkan karya terbaiknya. Di samping itu, ada juga tiga bilik yang digunakan kolektor benda pusaka untuk menampilkan barang-barang antik serta warisan leluhur yang masih terawat dengan baik.
“Acara ini digelar sampai hari Jumat depan. Pada hari itu kami juga mengumumkan pemenang rangkaian perayaan berupa lomba cerdas cermat dan menyusun relief anak-anak. Ini adalah cara kami merawat dan melestarikan kebudayaan yang ada di Lumajang,” pungkasnya.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri