alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Ikuti Lomba Batik dan Jadi Pemenang Dapat Batik Istimewa dari Damas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PEMKAB Jember mengadakan lomba desain motif batik dan fashion batik bertema kebudayaan. Lomba ini akan merekam semangat dan dinamika masyarakat Jember sesuai dengan potensi yang ada. Selain dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kompetisi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM, yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember ini, juga ditujukan untuk menentukan pakem batik yang bakal menjadi ciri khas Jember.

Pemenang lomba nantinya tak hanya mendapatkan uang pembinaan, namun juga berbagai suvenir dan bingkisan menarik. Salah satunya kain batik istimewa dari Damas Batik Jember.

Heri Ferdiansyah, pemilik Damas Batik, mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan adanya kompetisi ini. Sebab, jika mengingat sepuluh tahun terakhir, masyarakat Jember masih ragu terhadap eksistensi batik di daerahnya. Sebab, mereka meyakini batik hanya bisa diproduksi di daerah Jawa Tengah dan Madura. “Saya sangat setuju kalau ada lomba seperti ini. Karena dulunya, banyak orang nggak percaya kalau Jember juga punya batik. Nah, jika ada lomba dan penetapan batik khas begini, tentu akan membuat batik Jember semakin eksis,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada lomba yang terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar tersebut, Heri ingin masyarakat Jember dapat lebih mengenal ciri khas lokal. Terutama kekayaan alam dan budaya di Jember. Bahkan, dirinya sangat mendukung jika peserta itu diikuti mayoritas anak muda. Sebab, sebelumnya cukup banyak anak muda yang enggan memakai batik. Oleh karenanya, dirinya juga memberi apresiasi berupa batik-batik yang ia buat secara khusus itu.

Hery menyebut, ada dua motif batik unggulan yang sengaja dia berikan kepada pemenang nantinya. Motif tersebut menggambarkan sejarah dan kekayaan Jember. “Saya sengaja menyediakan dua batik yang motifnya baru saja saya luncurkan. Dan itu sangat menggambarkan kondisi di Jember, ada ikon-ikon kota lengkap. Intinya motif itu Jember banget,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PEMKAB Jember mengadakan lomba desain motif batik dan fashion batik bertema kebudayaan. Lomba ini akan merekam semangat dan dinamika masyarakat Jember sesuai dengan potensi yang ada. Selain dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kompetisi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM, yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember ini, juga ditujukan untuk menentukan pakem batik yang bakal menjadi ciri khas Jember.

Pemenang lomba nantinya tak hanya mendapatkan uang pembinaan, namun juga berbagai suvenir dan bingkisan menarik. Salah satunya kain batik istimewa dari Damas Batik Jember.

Heri Ferdiansyah, pemilik Damas Batik, mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan adanya kompetisi ini. Sebab, jika mengingat sepuluh tahun terakhir, masyarakat Jember masih ragu terhadap eksistensi batik di daerahnya. Sebab, mereka meyakini batik hanya bisa diproduksi di daerah Jawa Tengah dan Madura. “Saya sangat setuju kalau ada lomba seperti ini. Karena dulunya, banyak orang nggak percaya kalau Jember juga punya batik. Nah, jika ada lomba dan penetapan batik khas begini, tentu akan membuat batik Jember semakin eksis,” katanya.

Pada lomba yang terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar tersebut, Heri ingin masyarakat Jember dapat lebih mengenal ciri khas lokal. Terutama kekayaan alam dan budaya di Jember. Bahkan, dirinya sangat mendukung jika peserta itu diikuti mayoritas anak muda. Sebab, sebelumnya cukup banyak anak muda yang enggan memakai batik. Oleh karenanya, dirinya juga memberi apresiasi berupa batik-batik yang ia buat secara khusus itu.

Hery menyebut, ada dua motif batik unggulan yang sengaja dia berikan kepada pemenang nantinya. Motif tersebut menggambarkan sejarah dan kekayaan Jember. “Saya sengaja menyediakan dua batik yang motifnya baru saja saya luncurkan. Dan itu sangat menggambarkan kondisi di Jember, ada ikon-ikon kota lengkap. Intinya motif itu Jember banget,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PEMKAB Jember mengadakan lomba desain motif batik dan fashion batik bertema kebudayaan. Lomba ini akan merekam semangat dan dinamika masyarakat Jember sesuai dengan potensi yang ada. Selain dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kompetisi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM, yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember ini, juga ditujukan untuk menentukan pakem batik yang bakal menjadi ciri khas Jember.

Pemenang lomba nantinya tak hanya mendapatkan uang pembinaan, namun juga berbagai suvenir dan bingkisan menarik. Salah satunya kain batik istimewa dari Damas Batik Jember.

Heri Ferdiansyah, pemilik Damas Batik, mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan adanya kompetisi ini. Sebab, jika mengingat sepuluh tahun terakhir, masyarakat Jember masih ragu terhadap eksistensi batik di daerahnya. Sebab, mereka meyakini batik hanya bisa diproduksi di daerah Jawa Tengah dan Madura. “Saya sangat setuju kalau ada lomba seperti ini. Karena dulunya, banyak orang nggak percaya kalau Jember juga punya batik. Nah, jika ada lomba dan penetapan batik khas begini, tentu akan membuat batik Jember semakin eksis,” katanya.

Pada lomba yang terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar tersebut, Heri ingin masyarakat Jember dapat lebih mengenal ciri khas lokal. Terutama kekayaan alam dan budaya di Jember. Bahkan, dirinya sangat mendukung jika peserta itu diikuti mayoritas anak muda. Sebab, sebelumnya cukup banyak anak muda yang enggan memakai batik. Oleh karenanya, dirinya juga memberi apresiasi berupa batik-batik yang ia buat secara khusus itu.

Hery menyebut, ada dua motif batik unggulan yang sengaja dia berikan kepada pemenang nantinya. Motif tersebut menggambarkan sejarah dan kekayaan Jember. “Saya sengaja menyediakan dua batik yang motifnya baru saja saya luncurkan. Dan itu sangat menggambarkan kondisi di Jember, ada ikon-ikon kota lengkap. Intinya motif itu Jember banget,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca