Cak Thoriq mengatakan, pelaksanaan program vaksinasi menjadi target prioritas. Sebab, menurut asesmen pemerintah pusat, status level PPKM mengalami penurunan. Artinya, hal baik itu harus dipertahankan. Apalagi, secara umum seluruh daerah di Jawa Timur rata-rata sudah menjadi level 1.
“Untuk Lumajang yang data dari Kemenkes sudah masuk level 2, tetapi data dari Mendagri masih level 3. Nah, ini yang akan kami kejar. Kalau level ini dapat dipertahankan dan terus semakin membaik, maka kami bisa melaksanakan banyak kegiatan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, selain membahas persoalan secara umum, rapat evaluasi itu juga melakukan evaluasi di tingkat daerah. Saat ini, dalam catatan Pemkab Lumajang, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan yang memiliki capaian program vaksinasi paling rendah daripada seluruh kecamatan lainnya. “Itu yang kami intervensi nanti. Saya minta nanti Kepala Dinas Kesehatan Lumajang untuk turun ke Ranuyoso. Harapannya semua perangkat yang mendukung vaksinasi bisa kami libatkan. Harapannya dalam waktu dua bulan ini, Lumajang bisa mencapai 70 persen vaksinasi dengan cepat,” tambahnya.
Ada beberapa strategi yang diperbarui untuk mengejar target tersebut. Pertama, selain membuka gerai vaksin, Pemkab Lumajang bakal memaksimalkan mobil Dokter Muter untuk mencari sasaran vaksin. Kedua, melibatkan instansi vertikal untuk mencari sasaran vaksinasi di masing-masing wilayah.
“Kendala kami sebetulnya bukan hanya soal target sasaran, tetapi soal distribusi. Makanya, meskipun target capaian vaksin dinilai rendah, tetapi harapannya pengiriman juga jangan sedikit. Kami perlu dukungan yang lebih mengenai dosis vaksin supaya bisa mengejar target tersebut,” pungkasnya.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri