alexametrics
26 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Selangkah Lagi Jember Bebas PPKM, Jangan Kendur!

Tetap Waspada walau PPKM Level Satu

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Kabar menyejukkan tentang pandemi korona datang dari satgas Covid-19, kemarin (13/9). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlangsung di Kabupaten Jember telah bergeser turun ke level satu. Artinya, selangkah lagi kehidupan masyarakat Kota Pandhalungan ini akan benar-benar memasuki era new normal.

PPKM Level 1 Jember tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian, pendidikan, serta kelangsungan hidup seluruh warga. Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bahkan penerapan prokes tetap menjadi perhatian pemerintah. “Prokes jangan kendur,” kata Hendy.

Di sela-sela peninjauan tempat persiapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Serba Guna Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Hendy menyampaikan rasa syukur atas kondisi pandemi yang terus menurun. Langkah pemkab, kata dia, selanjutnya menunggu surat resmi dari pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Alhamdulillah, kita sekarang level satu. Dari hasil asesmen dengan beberapa kabupaten, Jember masuk level satu. Tunggu instruksi Mendagri,” kata mantan pegawai Kementerian Perhubungan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam kesempatan itu, Hendy juga menyebut angka penyebaran korona menurun dan warga yang meninggal hanya satu. “Mudah-mudahan tidak ada yang meninggal lagi,” harapnya. Jika seluruh warga Jember mempertahankan pola hidup dengan mematuhi prokes, maka bulan September ini bukan mustahil pandemi itu akan mereda. “Insyaallah, kita menuju new normal,” bebernya.

Demi mempercepat penanganan pandemi, Pemkab Jember terus melakukan penelusuran. Apabila ada satu warga terpapar, maka 25 orang akan di-tracing. Satgas pun terus bekerja bersama dengan Polri, TNI, seluruh instansi di bawah pemkab, serta lembaga dan tokoh di luar instansi pemerintah.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyampaikan, kerja keras Pemkab Jember serta berbagai pihak layak untuk diteruskan. PPKM Jember yang saat ini masuk level satu bukan berarti harus berhenti dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan. “Jangan euforia dengan kondisi ini. Bagaimanapun, prokes harus tetap dijalankan,” pesannya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Kabar menyejukkan tentang pandemi korona datang dari satgas Covid-19, kemarin (13/9). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlangsung di Kabupaten Jember telah bergeser turun ke level satu. Artinya, selangkah lagi kehidupan masyarakat Kota Pandhalungan ini akan benar-benar memasuki era new normal.

PPKM Level 1 Jember tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian, pendidikan, serta kelangsungan hidup seluruh warga. Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bahkan penerapan prokes tetap menjadi perhatian pemerintah. “Prokes jangan kendur,” kata Hendy.

Di sela-sela peninjauan tempat persiapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Serba Guna Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Hendy menyampaikan rasa syukur atas kondisi pandemi yang terus menurun. Langkah pemkab, kata dia, selanjutnya menunggu surat resmi dari pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Alhamdulillah, kita sekarang level satu. Dari hasil asesmen dengan beberapa kabupaten, Jember masuk level satu. Tunggu instruksi Mendagri,” kata mantan pegawai Kementerian Perhubungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Hendy juga menyebut angka penyebaran korona menurun dan warga yang meninggal hanya satu. “Mudah-mudahan tidak ada yang meninggal lagi,” harapnya. Jika seluruh warga Jember mempertahankan pola hidup dengan mematuhi prokes, maka bulan September ini bukan mustahil pandemi itu akan mereda. “Insyaallah, kita menuju new normal,” bebernya.

Demi mempercepat penanganan pandemi, Pemkab Jember terus melakukan penelusuran. Apabila ada satu warga terpapar, maka 25 orang akan di-tracing. Satgas pun terus bekerja bersama dengan Polri, TNI, seluruh instansi di bawah pemkab, serta lembaga dan tokoh di luar instansi pemerintah.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyampaikan, kerja keras Pemkab Jember serta berbagai pihak layak untuk diteruskan. PPKM Jember yang saat ini masuk level satu bukan berarti harus berhenti dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan. “Jangan euforia dengan kondisi ini. Bagaimanapun, prokes harus tetap dijalankan,” pesannya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Kabar menyejukkan tentang pandemi korona datang dari satgas Covid-19, kemarin (13/9). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlangsung di Kabupaten Jember telah bergeser turun ke level satu. Artinya, selangkah lagi kehidupan masyarakat Kota Pandhalungan ini akan benar-benar memasuki era new normal.

PPKM Level 1 Jember tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian, pendidikan, serta kelangsungan hidup seluruh warga. Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bahkan penerapan prokes tetap menjadi perhatian pemerintah. “Prokes jangan kendur,” kata Hendy.

Di sela-sela peninjauan tempat persiapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Serba Guna Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Hendy menyampaikan rasa syukur atas kondisi pandemi yang terus menurun. Langkah pemkab, kata dia, selanjutnya menunggu surat resmi dari pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Alhamdulillah, kita sekarang level satu. Dari hasil asesmen dengan beberapa kabupaten, Jember masuk level satu. Tunggu instruksi Mendagri,” kata mantan pegawai Kementerian Perhubungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Hendy juga menyebut angka penyebaran korona menurun dan warga yang meninggal hanya satu. “Mudah-mudahan tidak ada yang meninggal lagi,” harapnya. Jika seluruh warga Jember mempertahankan pola hidup dengan mematuhi prokes, maka bulan September ini bukan mustahil pandemi itu akan mereda. “Insyaallah, kita menuju new normal,” bebernya.

Demi mempercepat penanganan pandemi, Pemkab Jember terus melakukan penelusuran. Apabila ada satu warga terpapar, maka 25 orang akan di-tracing. Satgas pun terus bekerja bersama dengan Polri, TNI, seluruh instansi di bawah pemkab, serta lembaga dan tokoh di luar instansi pemerintah.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyampaikan, kerja keras Pemkab Jember serta berbagai pihak layak untuk diteruskan. PPKM Jember yang saat ini masuk level satu bukan berarti harus berhenti dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan. “Jangan euforia dengan kondisi ini. Bagaimanapun, prokes harus tetap dijalankan,” pesannya.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca