Jajaran kepolisian tersebut meminta keterangan sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bansos. Baik KPM Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selanjutnya, mereka juga memeriksa penyedia E-Warong bansos tersebut.
Wiwik Susanti, salah satu KPM, mengungkapkan, sejumlah pertanyaan harus dia jawab di hadapan petugas. Pertanyaan tersebut seputar kronologi kecurigaan penyelewengan bansos. Dengan mantap, dia menjawab pertanyaan satu per satu.
“Saya ditanya awal mula permasalahan ini bagaimana. Ya, saya langsung jawab apa adanya. Nah, saya juga ditanya permasalahan ini semakin ramai karena apa. Tentu, karena saya diancam dilaporkan ke KPK oleh E-Warong. Itu membuat saya mengadu ke perangkat desa. Sebab, setelah curiga ada yang tidak beres, KPM lain ikut mengambil bantuan di E-Warong desa lain. Oleh karena itu, saya diancam,” ungkapnya.
Sugeng, kepala desa setempat, mengatakan, sedikitnya delapan KPM dimintai keterangan oleh kepolisian. Tidak hanya PKH dan BPNT, namun KPM yang menerima bantuan lain juga diperiksa. “Ada juga warga yang mendapat bantuan mekar sebesar Rp 2,4 juta pada tahun lalu dimintai keterangan unit tipikor. Seharusnya, bantuan itu diberikan tahun lalu. Tetapi, E-Warong baru memberikan pada tanggal 16 lalu. Dua hari sebelum kami mediasi di kantor kecamatan,” katanya.
Selama pemeriksaan, dia juga ikut mendampingi. Pihaknya berharap, hasil temuan di desanya tersebut bisa segera terkumpul. Sebab, aduan masih terus berjalan hingga akhir bulan. “Kami tetap menunggu hasil pemeriksaan. Yang jelas, siapa pun yang bersalah harus diproses secara hukum. Sedangkan, E-Warong yang dibentuk, selanjutnya bisa lebih transparan dalam penyaluran bansos,” harapnya.
Sementara itu, AKP Fajar Bangkit Sutomo, Kasat Reskrim Polres Lumajang, menuturkan, pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari semua pihak. Baik warga, E-Warong, maupun pendamping bansos PKH dan BPNT tingkat desa hingga kabupaten. “Nanti akan dikumpulkan, dianalisis, dan dievaluasi, apakah masih perlu keterangan lebih lanjut atau tidak. Sementara ini, datanya belum terkumpul. Semua yang berkaitan akan diperiksa,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri