alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Eks Kepala Desa Sempol Terkena Kasus Pidana Korupsi

Hakim Beri Kesempatan untuk Eksepsi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hartono, mantan Kepala Desa Sempol, Kecamatan Ijen, kembali harus duduk di kursi pesakitan. Dia mau tak mau harus menghadap majelis hakim yang kedua kalinya untuk kasus pidana yang sama, yakni tindak pidana korupsi (tipikor).

Kemarin (24/8), terdakwa Hartono menjalani sidang agenda perdana, pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Agenda sidang tersebut berlangsung secara daring. Majelis hakim dan JPU sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya yang berada di Sidoarjo. Sementara, terdakwa mengikuti jalannya sidang virtual dari ruang tahanan Kejari Bondowoso.

Sidang kemarin dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Tongani dan dua hakim adhoc Poster Sitorus dan Manambus Pasaribu. Sementara itu, terdakwa belum didampingi penasihat hukumnya secara langsung. “Iya, memang benar, tadi pagi (kemarin, Red) sudah masuk agenda sidang perdana terdakwa atas nama Hartono,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Bondowoso Sucipto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dakwaan pun dibacakan oleh JPU Kejari Bondowoso Romi di hadapan majelis hakim. Terdakwa diduga merugikan negara Rp 800 juta atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2017 hingga 2020 lalu.

Setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapinya melalui eksepsi. Namun, terdakwa sendiri tak didampingi penasihat hukum. Akhirnya, hakim memutuskan untuk menunda persidangan pada tanggal 31 Agustus mendatang dengan agenda memberikan kesempatan apakah terdakwa mengajukan eksepsi atau tidak. Sekaligus JPU dapat mendatangkan para saksi terkait.

Sebelumnya, Sucipto membenarkan bahwa Hartono sudah diperiksa beberapa kali. “Mantan Kades Sempol sudah ditetapkan tersangka dan diperiksa sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD) dan BUMDes Al-Baqarah Desa Sempol tahun 2017-2020,” ujar Sucipto.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hartono, mantan Kepala Desa Sempol, Kecamatan Ijen, kembali harus duduk di kursi pesakitan. Dia mau tak mau harus menghadap majelis hakim yang kedua kalinya untuk kasus pidana yang sama, yakni tindak pidana korupsi (tipikor).

Kemarin (24/8), terdakwa Hartono menjalani sidang agenda perdana, pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Agenda sidang tersebut berlangsung secara daring. Majelis hakim dan JPU sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya yang berada di Sidoarjo. Sementara, terdakwa mengikuti jalannya sidang virtual dari ruang tahanan Kejari Bondowoso.

Sidang kemarin dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Tongani dan dua hakim adhoc Poster Sitorus dan Manambus Pasaribu. Sementara itu, terdakwa belum didampingi penasihat hukumnya secara langsung. “Iya, memang benar, tadi pagi (kemarin, Red) sudah masuk agenda sidang perdana terdakwa atas nama Hartono,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Bondowoso Sucipto.

Dakwaan pun dibacakan oleh JPU Kejari Bondowoso Romi di hadapan majelis hakim. Terdakwa diduga merugikan negara Rp 800 juta atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2017 hingga 2020 lalu.

Setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapinya melalui eksepsi. Namun, terdakwa sendiri tak didampingi penasihat hukum. Akhirnya, hakim memutuskan untuk menunda persidangan pada tanggal 31 Agustus mendatang dengan agenda memberikan kesempatan apakah terdakwa mengajukan eksepsi atau tidak. Sekaligus JPU dapat mendatangkan para saksi terkait.

Sebelumnya, Sucipto membenarkan bahwa Hartono sudah diperiksa beberapa kali. “Mantan Kades Sempol sudah ditetapkan tersangka dan diperiksa sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD) dan BUMDes Al-Baqarah Desa Sempol tahun 2017-2020,” ujar Sucipto.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hartono, mantan Kepala Desa Sempol, Kecamatan Ijen, kembali harus duduk di kursi pesakitan. Dia mau tak mau harus menghadap majelis hakim yang kedua kalinya untuk kasus pidana yang sama, yakni tindak pidana korupsi (tipikor).

Kemarin (24/8), terdakwa Hartono menjalani sidang agenda perdana, pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Agenda sidang tersebut berlangsung secara daring. Majelis hakim dan JPU sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya yang berada di Sidoarjo. Sementara, terdakwa mengikuti jalannya sidang virtual dari ruang tahanan Kejari Bondowoso.

Sidang kemarin dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Tongani dan dua hakim adhoc Poster Sitorus dan Manambus Pasaribu. Sementara itu, terdakwa belum didampingi penasihat hukumnya secara langsung. “Iya, memang benar, tadi pagi (kemarin, Red) sudah masuk agenda sidang perdana terdakwa atas nama Hartono,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Bondowoso Sucipto.

Dakwaan pun dibacakan oleh JPU Kejari Bondowoso Romi di hadapan majelis hakim. Terdakwa diduga merugikan negara Rp 800 juta atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2017 hingga 2020 lalu.

Setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapinya melalui eksepsi. Namun, terdakwa sendiri tak didampingi penasihat hukum. Akhirnya, hakim memutuskan untuk menunda persidangan pada tanggal 31 Agustus mendatang dengan agenda memberikan kesempatan apakah terdakwa mengajukan eksepsi atau tidak. Sekaligus JPU dapat mendatangkan para saksi terkait.

Sebelumnya, Sucipto membenarkan bahwa Hartono sudah diperiksa beberapa kali. “Mantan Kades Sempol sudah ditetapkan tersangka dan diperiksa sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD) dan BUMDes Al-Baqarah Desa Sempol tahun 2017-2020,” ujar Sucipto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/