Ahmad Baihaki, salah satu pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Monumen Kapten Suwandak, Klakah, mengungkapkan, pemeliharaan monumen dilakukan oleh paguyuban PKL. Mereka terpanggil menjalankan misi suci untuk menjaga marwah kawasan monumen tersebut.
“Hampir empat tahun ini kami swadaya merawat monumen. Pemeliharaannya hanya sebatas sesuatu yang ringan. Misalnya, kami kerja bakti menyiangi rumput yang sudah tinggi. Mengecat beberapa bagian yang mulai pudar warnanya. Hingga, kami harus mengganti lampu di sekitar monumen. Memang yang paling sering adalah lampunya,” ungkapnya.
Ahmad mengatakan, pihaknya pernah menanyakan pengelolaan monumen. Namun, pengelolaan itu dilimpahkan ke pihaknya. Sehingga, mereka swadaya merawat monumen dari uang iuran para PKL. “Setiap PKL membayar uang iuran Rp 500 setiap hari. Aktifnya baru sekitar delapan bulan. Uang dikumpulkan untuk biaya perawatan yang ada. Kalau hari biasa dapatnya sedikit. Tetapi, saat puasa mendapat banyak,” katanya.
Dia menambahkan, PKL diizinkan berjualan di sekitar monumen. Asalkan kebersihan selalu dijaga. Oleh sebab itu, pihaknya mengandalkan hasil swadaya tersebut. “Kami di sini juga menumpang mencari makan. Jadi, urusan kebersihan dilimpahkan ke kami,” lanjut bendahara PKL Monumen Suwandak tersebut.
Sementara itu, Misnadin, warga Desa Nogosari, Rowokangkung, juga mengungkapkan hal yang sama. Monumen Juang Sukertiyo yang terletak di timur rumahnya tersebut tanpa perawatan serius. Rumput dibiarkan tumbuh. Halamannya dibiarkan menjadi tempat pengeringan padi dan jagung. Sedangkan pagar yang mengelilingi menjadi tempat jemuran baju warga sekitar.
“Tidak ada perawatan sama sekali. Hampir tahunan tidak ada penanganan dari dinas. Bahkan, mendekati HUT RI tidak ada petugas yang datang untuk sekadar melihat atau mengecat ulang agar bagus. Kami tidak bisa berbuat banyak. Sebab, dahulu pernah diminta untuk merawat dan dibayar, tetapi selama tiga bulan merawat hanya dibayar sebulan. Setelah itu tidak pernah,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Mapio.net
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri