alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Harga Cabai di Lumajang Anjlok Lebih Separuh dari Harga Sebelumnya

Mobile_AP_Rectangle 1

SEMERU, RADARJEMBER.ID – Musim panen kali ini semakin tidak berpihak ke petani. Tidak hanya harga tanaman padi yang anjlok, tanaman cabai juga bernasib sama. Kini, pedasnya cabai tak sebanding dengan harganya. Bahkan, harga sati kilogram cabai hijau merosot sampai separuh dari harga sebelumnya.

Rupanya kondisi itu merata pada sejumlah petani cabai. Seperti yang dirasakan Wagiman, warga Desa/Kecamatan Kunir. Dia mengatakan, hasil panen kali ini cenderung merugi. Padahal ongkos produksi tanaman palawija tersebut cukup tinggi. Namun, hasilnya tidak seberapa. Bahkan tergolong sangat murah.

“Sekali petik biasanya dapat hampir seratus lima puluh kuintal cabai. Itu dapat hampir dua juta. Jadi, masih bisa memberi ongkos untuk beberapa kuli dan sisanya masih lumayan. Sekarang, dengan hasil petik yang sama, tetapi dapatnya tidak sampai satu juta. Belum bayar kuli dan lainnya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat ini, harga per kilogram cabai hijau langsung dari petani sekitar Rp 5 ribu. Sedangkan untuk harga cabai sret sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Beda halnya dengan sebagian petani Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, yang menjual cabai langsung ke konsumen. Sehingga kerugian tersebut bisa ditekan.

Menurut Parto, petani cabai lainnya, salah satu cara menekan kerugian adalah mengurangi rantai penjualan. Biasanya, penjualan melalui pengepul. Kali ini, langsung ke orang-orang yang membutuhkan. Dia meminta anaknya untuk mempromosikan cabai miliknya yang ada di sawah menggunakan media sosial.

- Advertisement -

SEMERU, RADARJEMBER.ID – Musim panen kali ini semakin tidak berpihak ke petani. Tidak hanya harga tanaman padi yang anjlok, tanaman cabai juga bernasib sama. Kini, pedasnya cabai tak sebanding dengan harganya. Bahkan, harga sati kilogram cabai hijau merosot sampai separuh dari harga sebelumnya.

Rupanya kondisi itu merata pada sejumlah petani cabai. Seperti yang dirasakan Wagiman, warga Desa/Kecamatan Kunir. Dia mengatakan, hasil panen kali ini cenderung merugi. Padahal ongkos produksi tanaman palawija tersebut cukup tinggi. Namun, hasilnya tidak seberapa. Bahkan tergolong sangat murah.

“Sekali petik biasanya dapat hampir seratus lima puluh kuintal cabai. Itu dapat hampir dua juta. Jadi, masih bisa memberi ongkos untuk beberapa kuli dan sisanya masih lumayan. Sekarang, dengan hasil petik yang sama, tetapi dapatnya tidak sampai satu juta. Belum bayar kuli dan lainnya,” katanya.

Saat ini, harga per kilogram cabai hijau langsung dari petani sekitar Rp 5 ribu. Sedangkan untuk harga cabai sret sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Beda halnya dengan sebagian petani Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, yang menjual cabai langsung ke konsumen. Sehingga kerugian tersebut bisa ditekan.

Menurut Parto, petani cabai lainnya, salah satu cara menekan kerugian adalah mengurangi rantai penjualan. Biasanya, penjualan melalui pengepul. Kali ini, langsung ke orang-orang yang membutuhkan. Dia meminta anaknya untuk mempromosikan cabai miliknya yang ada di sawah menggunakan media sosial.

SEMERU, RADARJEMBER.ID – Musim panen kali ini semakin tidak berpihak ke petani. Tidak hanya harga tanaman padi yang anjlok, tanaman cabai juga bernasib sama. Kini, pedasnya cabai tak sebanding dengan harganya. Bahkan, harga sati kilogram cabai hijau merosot sampai separuh dari harga sebelumnya.

Rupanya kondisi itu merata pada sejumlah petani cabai. Seperti yang dirasakan Wagiman, warga Desa/Kecamatan Kunir. Dia mengatakan, hasil panen kali ini cenderung merugi. Padahal ongkos produksi tanaman palawija tersebut cukup tinggi. Namun, hasilnya tidak seberapa. Bahkan tergolong sangat murah.

“Sekali petik biasanya dapat hampir seratus lima puluh kuintal cabai. Itu dapat hampir dua juta. Jadi, masih bisa memberi ongkos untuk beberapa kuli dan sisanya masih lumayan. Sekarang, dengan hasil petik yang sama, tetapi dapatnya tidak sampai satu juta. Belum bayar kuli dan lainnya,” katanya.

Saat ini, harga per kilogram cabai hijau langsung dari petani sekitar Rp 5 ribu. Sedangkan untuk harga cabai sret sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Beda halnya dengan sebagian petani Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, yang menjual cabai langsung ke konsumen. Sehingga kerugian tersebut bisa ditekan.

Menurut Parto, petani cabai lainnya, salah satu cara menekan kerugian adalah mengurangi rantai penjualan. Biasanya, penjualan melalui pengepul. Kali ini, langsung ke orang-orang yang membutuhkan. Dia meminta anaknya untuk mempromosikan cabai miliknya yang ada di sawah menggunakan media sosial.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/