Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kasus Covid-19 di Lumajang Meningkat, Ribuan Pasien Jalani Isoman di Rumah

Safitri • Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:51 WIB
TERUNGKAP: Komisi D DPRD Lumajang saat menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto, dan Rumah Sakit Djatiroto, Selasa (10/8) kemarin, terkait penanganan pasien isolasi mandiri.
TERUNGKAP: Komisi D DPRD Lumajang saat menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto, dan Rumah Sakit Djatiroto, Selasa (10/8) kemarin, terkait penanganan pasien isolasi mandiri.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lonjakan kasus di Lumajang beberapa hari ini bukannya menurun, malah meroket. Tak tanggung-tanggung, dalam dua hari berturut-turut, jumlah orang yang terpapar tidak kurang dari dua ratus orang. Sampai-sampai jumlah orang yang menjalani isoman di rumah masing-masing mencapai dua ribuan orang.

Hal itu terungkap saat rapat kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto, dan Rumah Sakit Djatiroto bersama Komisi D DPRD Lumajang, Selasa (10/8). Total sebanyak 2.341 orang menjalani isolasi mandiri. Paling banyak di Kecamatan Lumajang yang mencapai 320 orang.

Ketua Komisi D DPRD Lumajang Supratman mengatakan, warga yang menjalani isoman perlu melapor ke puskesmas maupun rumah sakit ketika mengeluhkan sakit. Sehingga tenaga kesehatan tersebut bisa segera datang ke lokasi untuk memberikan penanganan sesuai kebutuhannya.

“Saat ini tracing masih terus dilakukan, karena kasus orang yang terpapar terus melonjak. Bagaimanapun mereka harus tertangani dengan baik. Namun, untuk warga telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari bisa keluar rumah. Itu sudah otomatis. Tidak perlu swab atau surat keterangan dari desa atau rumah sakit juga tidak apa-apa,” katanya.

Kepala Dinkes Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, warga yang menjalani isoman tidak perlu obat atau vitamin. Cukup makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Vitamin atau obat hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan atau warga yang mengalami gejala.

Saat ini, warga yang sakit tidak perlu khawatir lagi untuk berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Warga yang membutuhkan pelayanan sakit biasa tanpa ada gejala bakal dilayani tanpa menunggu pemeriksaan dengan standar korona. “Pemeriksaan dengan standar korona itu diberikan ketika pertolongan pertama telah selesai,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri
#Covid-19 #Lumajang