alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Program Kampung Iklim untuk Sadarkan Masyarakat Jaga Lingkungan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program Kampung Iklim (Proklim) tahun ini sudah memasuki tahap penilaian. Verifikasi tim pusat di empat lokasi Proklim Lumajang, yakni RW 13 Rogotrunan, RW 02 Ditotrunan, RW 18 Citrodiwangsan dan Desa Purwosono, Sumbersuko, sudah dilakukan. Kini, keempat kampung tersebut tinggal menunggu pengumuman.

Salah satu syarat penilaian penghargaan Proklim adalah partisipasi masyarakat. Sebab, sejatinya program tersebut bertujuan menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Sedangkan hasil juara merupakan bonus dan penghargaan yang diberikan atas kerja keras seluruh masyarakat.

“Target nasional ada 20 ribu kampung Proklim. Tentu ini bukan sekadar ikut lomba saja. Akan tetapi, memang ada tujuannya. Yakni masyarakat bisa beradaptasi dengan perubahan iklim. Salah satunya dengan terus menjaga lingkungan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Harismawati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menjaga lingkungan, lanjut Yuli, bisa dengan beragam cara. Misalnya penghijauan di lingkungan sekitar, penanganan sampah, hingga edukasi melestarikan alam. “Keempat kampung ini sungguh luar biasa. Mereka berangkat bukan dari kalangan menengah ke atas. Bahkan, kondisi ekonomi, pendidikan, dan sosial menengah ke bawah. Tetapi, mereka ada kesadaran untuk berbenah dan berubah. Mulai dari hal kecil seperti membuang sampah di tempatnya, memilah sampah, hingga daur ulang sampah,” lanjutnya.

Memang, dirinya tak menampik jika hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Prosesnya sangat panjang. Oleh sebab itu, sejumlah kampung mengikuti perlombaan di tingkat kelurahan hingga kabupaten. Hal itu sebagai tolok ukur agar terus terpacu menjadi lebih baik.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program Kampung Iklim (Proklim) tahun ini sudah memasuki tahap penilaian. Verifikasi tim pusat di empat lokasi Proklim Lumajang, yakni RW 13 Rogotrunan, RW 02 Ditotrunan, RW 18 Citrodiwangsan dan Desa Purwosono, Sumbersuko, sudah dilakukan. Kini, keempat kampung tersebut tinggal menunggu pengumuman.

Salah satu syarat penilaian penghargaan Proklim adalah partisipasi masyarakat. Sebab, sejatinya program tersebut bertujuan menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Sedangkan hasil juara merupakan bonus dan penghargaan yang diberikan atas kerja keras seluruh masyarakat.

“Target nasional ada 20 ribu kampung Proklim. Tentu ini bukan sekadar ikut lomba saja. Akan tetapi, memang ada tujuannya. Yakni masyarakat bisa beradaptasi dengan perubahan iklim. Salah satunya dengan terus menjaga lingkungan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Harismawati.

Menjaga lingkungan, lanjut Yuli, bisa dengan beragam cara. Misalnya penghijauan di lingkungan sekitar, penanganan sampah, hingga edukasi melestarikan alam. “Keempat kampung ini sungguh luar biasa. Mereka berangkat bukan dari kalangan menengah ke atas. Bahkan, kondisi ekonomi, pendidikan, dan sosial menengah ke bawah. Tetapi, mereka ada kesadaran untuk berbenah dan berubah. Mulai dari hal kecil seperti membuang sampah di tempatnya, memilah sampah, hingga daur ulang sampah,” lanjutnya.

Memang, dirinya tak menampik jika hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Prosesnya sangat panjang. Oleh sebab itu, sejumlah kampung mengikuti perlombaan di tingkat kelurahan hingga kabupaten. Hal itu sebagai tolok ukur agar terus terpacu menjadi lebih baik.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program Kampung Iklim (Proklim) tahun ini sudah memasuki tahap penilaian. Verifikasi tim pusat di empat lokasi Proklim Lumajang, yakni RW 13 Rogotrunan, RW 02 Ditotrunan, RW 18 Citrodiwangsan dan Desa Purwosono, Sumbersuko, sudah dilakukan. Kini, keempat kampung tersebut tinggal menunggu pengumuman.

Salah satu syarat penilaian penghargaan Proklim adalah partisipasi masyarakat. Sebab, sejatinya program tersebut bertujuan menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Sedangkan hasil juara merupakan bonus dan penghargaan yang diberikan atas kerja keras seluruh masyarakat.

“Target nasional ada 20 ribu kampung Proklim. Tentu ini bukan sekadar ikut lomba saja. Akan tetapi, memang ada tujuannya. Yakni masyarakat bisa beradaptasi dengan perubahan iklim. Salah satunya dengan terus menjaga lingkungan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Harismawati.

Menjaga lingkungan, lanjut Yuli, bisa dengan beragam cara. Misalnya penghijauan di lingkungan sekitar, penanganan sampah, hingga edukasi melestarikan alam. “Keempat kampung ini sungguh luar biasa. Mereka berangkat bukan dari kalangan menengah ke atas. Bahkan, kondisi ekonomi, pendidikan, dan sosial menengah ke bawah. Tetapi, mereka ada kesadaran untuk berbenah dan berubah. Mulai dari hal kecil seperti membuang sampah di tempatnya, memilah sampah, hingga daur ulang sampah,” lanjutnya.

Memang, dirinya tak menampik jika hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Prosesnya sangat panjang. Oleh sebab itu, sejumlah kampung mengikuti perlombaan di tingkat kelurahan hingga kabupaten. Hal itu sebagai tolok ukur agar terus terpacu menjadi lebih baik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/