Oleh sebab itu, tracing melalui aplikasi SiLacak lebih diperhatikan. Terutama terhadap mereka yang pernah kontak dengan pasien OTG.
Melihat kondisi tersebut, Forkopimda Lumajang menggelar koordinasi terbatas di Ruang Data Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0821 Lumajang, kemarin. Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, aplikasi SiLacak sudah bisa dioperasikan.
Namun, aplikasi tersebut belum bisa berjalan maksimal. "Masih tidak bisa untuk seluruh babinsa dan bhabinkamtibmas. Ke depannya, kami akan berikan pelatihan aplikasi SiLacak bagi babinsa," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, semua pihak harus sinergi dalam menangani Covid-19. Terutama tracing dengan SiLacak saat di lapangan. "Internal Polri sudah ada sosialisasi dan pelatihan tentang aplikasi SiLacak. Memang masih banyak kendala seperti sinyal, software HP, dan yang lainnya," katanya.
Meski demikian, dia berharap aplikasi tersebut bisa aktif semuanya. Sebab, sejumlah polsek masih belum bisa mengakses SiLacak. "Di polsek jajaran sudah kami usahakan agar bisa diakses," tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr Bayu Wibowo juga berharap ada persamaan data dan pelaporan. Sejauh ini, data konfirmasi dicatat dari pusat. Karenanya, data tersebut baru turun saat sore hari. “Memang sebagian besar pasien terkonfirmasi adalah OTG,” imbuhnya. Oleh sebab itu, pihaknya terus memperbarui dalam data server.
"Data yang meninggal atau konfirmasi dengan aplikasi SiLacak bisa ditemukan dengan segera. Nah, ini bisa segera ditindaklanjuti untuk dilakukan isolasi. Semakin banyak yang dilacak, akan tambah banyak pasien yang ditemukan dan bisa isolasi," pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri