alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Lumajang Usulkan Empat Kampung untuk Program Kampung Iklim Utama Nusantara

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Geliat kesadaran lingkungan terus ditunjukkan masyarakat Lumajang. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sejumlah desa terus berinovasi mewujudkan kampung yang asri. Mereka mulai memperhatikan lingkungan agar bersih dari sampah dan sedap dipandang.

Sejumlah kampung yang dulu dikenal kumuh, kini mulai menjadi percontohan. Sebab, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan membuat mereka kompak mengubah kumuh menjadi bersih. Apalagi dengan adanya Program Kampung Iklim (Proklim). Mereka berbenah agar bisa lolos tahap seleksi. Dari sepuluh kampung yang diajukan Pemerintah Lumajang ke provinsi, empat di antaranya lolos ke tahap nasional.

“Sesuai SK, kami mengajukan sepuluh lokasi ke provinsi. Ternyata, ada empat lokasi yang kami usulkan dan lolos verifikasi hingga nasional. Tiga lokasi berada di Kecamatan Lumajang, yakni RW 13 Rogotrunan, RW 02 Ditotrunan, dan RW 18 Citrodiwangsan. Sedangkan satu lagi di Desa Purwosono, Sumbersuko,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Harismawati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yuli, sapaan akrabnya, mengungkapkan, keempat lokasi tersebut sudah menjalani verifikasi secara daring. Pemaparan dari penanggung jawab setiap kampung juga sangat baik. Selama verifikasi tidak ada kendala yang cukup berarti.

“Sangat baik pemaparannya. Kader dan masyarakat juga kompak saat verifikasi berjalan. Mereka bisa menjawab dan menunjukkan hal-hal yang ingin diketahui tim penilai,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Geliat kesadaran lingkungan terus ditunjukkan masyarakat Lumajang. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sejumlah desa terus berinovasi mewujudkan kampung yang asri. Mereka mulai memperhatikan lingkungan agar bersih dari sampah dan sedap dipandang.

Sejumlah kampung yang dulu dikenal kumuh, kini mulai menjadi percontohan. Sebab, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan membuat mereka kompak mengubah kumuh menjadi bersih. Apalagi dengan adanya Program Kampung Iklim (Proklim). Mereka berbenah agar bisa lolos tahap seleksi. Dari sepuluh kampung yang diajukan Pemerintah Lumajang ke provinsi, empat di antaranya lolos ke tahap nasional.

“Sesuai SK, kami mengajukan sepuluh lokasi ke provinsi. Ternyata, ada empat lokasi yang kami usulkan dan lolos verifikasi hingga nasional. Tiga lokasi berada di Kecamatan Lumajang, yakni RW 13 Rogotrunan, RW 02 Ditotrunan, dan RW 18 Citrodiwangsan. Sedangkan satu lagi di Desa Purwosono, Sumbersuko,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Harismawati.

Yuli, sapaan akrabnya, mengungkapkan, keempat lokasi tersebut sudah menjalani verifikasi secara daring. Pemaparan dari penanggung jawab setiap kampung juga sangat baik. Selama verifikasi tidak ada kendala yang cukup berarti.

“Sangat baik pemaparannya. Kader dan masyarakat juga kompak saat verifikasi berjalan. Mereka bisa menjawab dan menunjukkan hal-hal yang ingin diketahui tim penilai,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Geliat kesadaran lingkungan terus ditunjukkan masyarakat Lumajang. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sejumlah desa terus berinovasi mewujudkan kampung yang asri. Mereka mulai memperhatikan lingkungan agar bersih dari sampah dan sedap dipandang.

Sejumlah kampung yang dulu dikenal kumuh, kini mulai menjadi percontohan. Sebab, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan membuat mereka kompak mengubah kumuh menjadi bersih. Apalagi dengan adanya Program Kampung Iklim (Proklim). Mereka berbenah agar bisa lolos tahap seleksi. Dari sepuluh kampung yang diajukan Pemerintah Lumajang ke provinsi, empat di antaranya lolos ke tahap nasional.

“Sesuai SK, kami mengajukan sepuluh lokasi ke provinsi. Ternyata, ada empat lokasi yang kami usulkan dan lolos verifikasi hingga nasional. Tiga lokasi berada di Kecamatan Lumajang, yakni RW 13 Rogotrunan, RW 02 Ditotrunan, dan RW 18 Citrodiwangsan. Sedangkan satu lagi di Desa Purwosono, Sumbersuko,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Harismawati.

Yuli, sapaan akrabnya, mengungkapkan, keempat lokasi tersebut sudah menjalani verifikasi secara daring. Pemaparan dari penanggung jawab setiap kampung juga sangat baik. Selama verifikasi tidak ada kendala yang cukup berarti.

“Sangat baik pemaparannya. Kader dan masyarakat juga kompak saat verifikasi berjalan. Mereka bisa menjawab dan menunjukkan hal-hal yang ingin diketahui tim penilai,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/