Radar Jember - Penularan campak tidak hanya berisiko terjadi di ruang publik, tetapi juga paling sering berlangsung di lingkungan rumah tangga.
Karena itu, langkah pencegahan di dalam keluarga menjadi kunci untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat.
Dokter Spesialis Anak RSU Universitas Muhammadiyah Jember, dr Fiqi Isnaini Nurul Hikmah SpA mengingatkan bahwa anak atau anggota keluarga yang terinfeksi campak sebaiknya tidak berinteraksi langsung dengan anggota keluarga lain yang sehat untuk sementara waktu.
Baca Juga: Ancaman Nyata Campak di Jember: Tim Medis Turun ke Jalan Demi Cegah Komplikasi Mematikan Ini!
Menurutnya, isolasi mandiri di rumah dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk memutus rantai penularan.
“Apabila terdapat anggota keluarga yang terinfeksi campak, sebaiknya dilakukan isolasi atau dipisahkan sementara dari anggota keluarga lain yang sehat agar tidak terjadi penularan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, virus campak sangat mudah menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara.
Bahkan, virus dapat bertahan di udara dalam ruangan tertutup selama beberapa waktu, sehingga risiko penularan di rumah tergolong tinggi jika tidak dilakukan pembatasan kontak.
Baca Juga: Waspada Microsleep Saat Mudik: Kepala Puskesmas Pakusari Ingatkan Pengendara Wajib Istirahat Berkala
Selama masa sakit, pasien dianjurkan menempati kamar terpisah dengan ventilasi yang baik. Penggunaan alat makan, handuk, maupun perlengkapan pribadi juga sebaiknya tidak digunakan bersama untuk menghindari paparan virus.
Selain isolasi, anggota keluarga lain dianjurkan menggunakan masker saat harus berinteraksi dengan pasien, serta rutin mencuci tangan setelah kontak. Orang tua juga diminta membatasi kunjungan kerabat ke rumah hingga pasien benar-benar pulih.
Fiqi menambahkan, masa penularan campak berlangsung sejak beberapa hari sebelum ruam muncul hingga beberapa hari setelahnya. Karena itu, kewaspadaan perlu dilakukan meskipun gejala awal terlihat seperti flu biasa.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan penularan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga disiplin menjalankan protokol kesehatan sederhana di lingkungan keluarga.
“Langkah kecil seperti isolasi, sementara dapat melindungi anggota keluarga lain, terutama bayi dan anak yang belum memiliki kekebalan optimal,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh