Waspada Microsleep Saat Mudik: Kepala Puskesmas Pakusari Ingatkan Pengendara Wajib Istirahat Berkala


Radar Jember - Kasus kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk masih sering terjadi, terutama saat perjalanan jauh.
Salah satu penyebabnya adalah microsleep, yakni kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari saat beraktivitas, termasuk ketika mengemudi.
Dalam situasi ini, pengemudi bisa kehilangan konsentrasi hanya dalam hitungan detik dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Kepala Puskesmas Pakusari, dr Dian Alfiyatul Uliyah, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi tersebut, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Menurutnya, microsleep sering terjadi ketika tubuh dipaksakan tetap beraktivitas saat sedang lelah atau kurang tidur.
“Microsleep itu kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari. Walaupun hanya beberapa detik, tapi jika terjadi saat berkendara risikonya sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tanda-tanda microsleep biasanya diawali dengan rasa kantuk berat, sering menguap, mata sulit fokus, hingga kepala terasa berat.
Jika kondisi tersebut muncul, maka pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.
“Kalau sudah mulai mengantuk, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Memaksakan diri berkendara justru meningkatkan risiko kecelakaan,” katanya.
Untuk mencegah microsleep, dr Dian menyarankan pengemudi memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum perjalanan.



