Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Microsleep Saat Mudik: Kepala Puskesmas Pakusari Ingatkan Pengendara Wajib Istirahat Berkala

M Adhi Surya
Penulis: M Adhi Surya❯
“Perjalanan jauh sebaiknya diselingi istirahat. Bisa berhenti sejenak untuk berjalan, meregangkan tubuh, atau tidur singkat sekitar 15 hingga 20 menit agar konsentrasi kembali pulih.” dr DIAN ALFIYATUL ULIYAH, Kepala Puskesmas Pakusari. (DOK. RADAR JEMBER)
“Perjalanan jauh sebaiknya diselingi istirahat. Bisa berhenti sejenak untuk berjalan, meregangkan tubuh, atau tidur singkat sekitar 15 hingga 20 menit agar konsentrasi kembali pulih.” dr DIAN ALFIYATUL ULIYAH, Kepala Puskesmas Pakusari. (DOK. RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember - Kasus kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk masih sering terjadi, terutama saat perjalanan jauh.

Salah satu penyebabnya adalah microsleep, yakni kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari saat beraktivitas, termasuk ketika mengemudi. 

Dalam situasi ini, pengemudi bisa kehilangan konsentrasi hanya dalam hitungan detik dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Advertisement

Kepala Puskesmas Pakusari, dr Dian Alfiyatul Uliyah, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi tersebut, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh. 

Menurutnya, microsleep sering terjadi ketika tubuh dipaksakan tetap beraktivitas saat sedang lelah atau kurang tidur.

Advertisement

“Microsleep itu kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari. Walaupun hanya beberapa detik, tapi jika terjadi saat berkendara risikonya sangat berbahaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanda-tanda microsleep biasanya diawali dengan rasa kantuk berat, sering menguap, mata sulit fokus, hingga kepala terasa berat.

Jika kondisi tersebut muncul, maka pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.

“Kalau sudah mulai mengantuk, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Memaksakan diri berkendara justru meningkatkan risiko kecelakaan,” katanya.

Untuk mencegah microsleep, dr Dian menyarankan pengemudi memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum perjalanan.

Advertisement

Artikel Terkait

Demi Urai Kemacetan Pasar Tanjung, Dishub Jember Uji Coba Perubahan Arus Lalin Jalan Samanhudi

Demi Urai Kemacetan Pasar Tanjung, Dishub Jember Uji Coba Perubahan Arus Lalin Jalan Samanhudi

Dishub Pemkab Jember mulai menerapkan uji coba rekayasa arah lalu lintas di Jalan Samanhudi selama 30 hari untuk menata kawasan Pasar Tanjung.

Breaking News! Jembatan Koncer Bondowoso Bolong, Warga Minta Segera Dilakukan Penanganan Cepat

Breaking News! Jembatan Koncer Bondowoso Bolong, Warga Minta Segera Dilakukan Penanganan Cepat

Pengguna jalan yang kerap melintasi jalur kawasan Koncer, Bondowoso, tampaknya harus meningkatkan kewaspadaan. 

Limbah Tebu di Tikungan Gumitir Tak Kunjung Dibersihkan, Bahayakan Pengendara Motor

Limbah Tebu di Tikungan Gumitir Tak Kunjung Dibersihkan, Bahayakan Pengendara Motor

Limbah tebu masih menumpuk di tikungan KM 37 Gumitir, Silo, Jember, setelah dua truk dievakuasi. Kondisi itu dikhawatirkan memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer