AJUNG, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, secara terbuka mengakui kondisi darurat kesehatan di wilayahnya.
Dalam penyampaian progres kinerjanya melalui program bertajuk Pro Guse di Jember Sport Garden (JSG) Senin (20/10), ia mengungkap fakta bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jember, menduduki peringkat tertinggi se-Jawa Timur.
"Ini bukan prestasi yang patut dibanggakan, tapi ini masalah serius yang harus kita pecahkan bersama," tegas Gus Fawait di hadapan publik dan jajaran perangkat daerah.
Baca Juga: Ibu Guru Meninggal sat Persalinan, Gus Fawait Nyatakan Jember Darurat AKI dan Siapkan Seribu Nakes
Fakta ini mendorong Pemkab Jember mengambil langkah taktis dan masif.
Dalam acara yang sama, Gus Fawait mengumumkan penerjunan seribu dua ratus (1.200) tenaga kesehatan (nakes) secara bertahap ke seluruh pelosok desa dan kelurahan di Kabupaten Jember.
Sebagai langkah awal dan percontohan, sebanyak 205 nakes sudah diterjunkan ke sejumlah kecamatan, termasuk Silo, Jelbuk, Ambulu, Tanggul, dan Jombang.
"Tugas utama para nakes ini jelas. Mereka akan memastikan dan mendata ibu-ibu hamil di masing-masing desa. Mereka harus diajak bersama-sama untuk periksa kehamilan secara rutin di Puskesmas," jelas dia.
Baca Juga: Turunkan Angka Stunting dan AKI/AKB di Jember, Bupati Fawait Siapkan Penerjunan 1.000 Nakes ke Desa
Lebih lanjut, Gus Fawait menyampaikan bahwa nakes bersama bidan desa dan kader posyandu akan mengawal ketat ibu hamil berisiko tinggi hingga proses persalinan.
Pendampingan intensif ini diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini bentuk keseriusan Pemkab Jember dalam merespons kondisi darurat kesehatan maternal dan neonatal, yang selama ini menjadi pekerjaan rumah terbesar di bidang kesehatan daerah.
Editor : M. Ainul Budi