BACA JUGA : Bencana Bondowoso, Dapur Umum Distribusikan 1.800 Nasi Bungkus Setiap Hari
Salah satu pelaksanaan bulan timbang dan pemberian vitamin A pada bayi dan balita telah dilaksanakan di beberapa wilayah. Hal itu sebagai langkah mencegah stunting. Kepala Puskesmas Mangli dr Nur Rahman menjelaskan, pada kegiatan bulan timbang, bayi dan balita akan diukur berat badan dan tinggi badan. Hal itu untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Selain itu, sebagai upaya untuk mencegah stunting pada anak.
Penimbangan yang dilakukan, kata dia, harus diupayakan benar-benar valid. Untuk itu, petugas harus jeli dalam mengukur dan menimbang bayi dan balita. Dalam lima hari terakhir antusiasme para orang tua bayi dan balita cukup tinggi dalam membawa anaknya ke posyandu.
Dia mengatakan, apabila dalam jadwal yang sudah ditentukan bayi atau balita tidak kunjung hadir, petugas akan mengunjungi langsung ke rumah anak tersebut. “Bulan timbang harus ditimbang semua. Yang tidak datang harus dicari,” terangnya.
Proses penimbangan bayi dan anak tidak semudah yang dipikirkan. Ada beberapa anak dan bayi saat ditimbang itu menangis ketakutan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi bidan dan petugas posyandu.
Lurah Mangli, Kecamatan Kaliwates, Endro Lukito menyampaikan, stunting harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat. “Stunting ini merupakan problematika nasional. Jadi, bagaimana cara kami untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa kita, ya, dimulai dari sekarang, dari sejak sebelum lahir,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, dirinya akan terus bersinergi dengan berbagai elemen seperti puskesmas dan posyandu. Harapannya masalah stunting di Jember dapat segera terselesaikan. “Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (cad/c2/dwi) Editor : Safitri