BACA JUGA : Lahan Sawah Tercemar Air Sampah, Petani Keluhkan Limbah TPA Pakusari
Rifatul Fanani SKeb, yang membuka praktik bidan di Kecamatan Bangsalsari, mengatakan, banyak tata cara yang ada di masyarakat tentang cara penanganan bayi baru lahir dan ibu pasca-melahirkan. Oleh karena itu, saat hamil ibu juga memperbanyak wawasan tentang dunia kesehatan.
Salah satu hal yang jadi pro dan kontra adalah pemakaian korset bagi ibu yang baru melahirkan. Menurut Rifatul, penggunaan korset boleh dilakukan, namun tidak boleh terlalu kencang agar aliran darah tetap lancar. “Tidak masalah menggunakan korset. Tapi, kalau terlalu mengikat bagian perut justru menghambat aliran darah,” jelasnya.
Bagi masyarakat, penggunaan korset dipercaya dapat menghilangkan bengkak pada perut setelah selama sembilan hamil. Padahal, kata Rifatul, penggunaan korset setelah melahirkan justru tidak memberikan dampak apa pun.
Hal lainnya, kata dia, juga terkait bedong pada bayi. Masyarakat percaya penggunaan bedong pada bayi agar kaki anak bengkok atau melengkung. Padahal, kata dia, bedong tidak akan berpengaruh pada struktur kaki bayi. Kekurangan kalsium pada bayi juga dapat menimbulkan kebengkokan pada kaki. “Tujuan bedong itu untuk menghangatkan. Tidak masalah dibedong, asal tidak terlalu kencang,” ucapnya.
Rifatul menambahkan, pemakaian bedak pada wajah bayi juga sangat dilarang dalam dunia kesehatan. Hal itu karena partikel pada bedak dapat terhirup oleh bayi, sehingga memicu sesak napas hingga alergi. Alangkah baiknya untuk tidak memakaikan bedak pada wajah bayi untuk menghindari hal-hal tersebut. “Penggunaan bedak sudah tidak disarankan lagi, karena partikelnya dapat masuk ke hidung bayi. Lalu, menyebabkan sesak ataupun alergi. Jadi, kami menyarankan para ibu agar tidak memakaikan bedak pada muka bayi,” terangnya.
Tetap menjalankan budaya memang baik, namun bimbingan dari bidan dan tenaga kesehatan lainnya juga perlu diperhatikan. Keselamatan anak tentu saja sangat diharapkan oleh setiap ibu. Namun, ketidaktahuan dapat menyebabkan banyak permasalahan yang tidak dapat diketahui penyebabnya. “Jadi, alangkah baiknya untuk membuka diri agar mau menerima ilmu baru,” pungkasnya. (mg1/c2/dwi)
Editor : Safitri