Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Tenda Darurat di RS dr Soebandi dibongkar, Ini Alasannya

Ivona • Jumat, 20 Agustus 2021 | 20:10 WIB
DIBONGKAR: Petugas BPBD Jember bersiap memindahkan tempat tidur di tenda darurat pasien Covid-19 RSD dr Soebandi, kemarin (18/8).
DIBONGKAR: Petugas BPBD Jember bersiap memindahkan tempat tidur di tenda darurat pasien Covid-19 RSD dr Soebandi, kemarin (18/8).
PATRANG, RADARJEMBER.ID – Dua tenda darurat di RS dr Soebandi dibongkar. Kini, tersisa satu tenda saja. Pembongkaran tenda tersebut menandakan adanya kemajuan penanganan pasien atau menurunnya jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Tenda darurat itu sebelumnya didirikan karena pasien Covid-19 di RSD Soebandi sempat membeludak. Bahkan, lokasi perawatan pasien sampai menggunakan ambulans, karena ranjang perawatan di tenda darurat itu tidak cukup.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jember dibantu karyawan RSD dr Soebandi mulai memindahkan peralatan kebutuhan pasien dari tenda. Hal itu dilakukan sejak dua hari lalu. Kamar tidur dan tabung oksigen juga mulai dikeluarkan dari tenda. Dua tenda sebagai tempat antrean sekaligus antisipasi lonjakan pasien Covid-19 juga telah dibongkar. Sementara itu, hanya ada satu tenda berwarna jingga yang didirikan. “Hanya pakai satu tenda saja. Dua tenda sebelumnya dibongkar dan diganti dengan tenda yang baru,” kata Reza Pratama, anggota Pusdalops BPBD.

Direktur RSD dr Soebandi dr Hendro Sulistyo, dalam rapat bersama di Gedung DPRD beberapa waktu lalu, sempat menyampaikan penambahan jumlah kamar untuk penanganan pasien Covid-19. “Jumlah bed yang tersedia sudah mendekati 50 persen. Jumlah itu melebihi aturan Kemenkes, yaitu 40 persen,” ucapnya.

Sebagai rumah sakit daerah yang ditunjuk menjadi RS rujukan Covid-19, maka prinsipnya tidak boleh menolak pasien. Karena itu, pihaknya menggunakan tenda darurat, termasuk memakai ambulans. Pihak rumah sakit juga menyiapkan informasi status kamar Covid-19 secara real time secara daring melalui saluran website yang disediakan khusus.

Photo
Photo


Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada Kamis, 19 Agustus, pukul 16.39, sebanyak 63 persen ruang ICU Covid-19 kosong. Sementara, untuk ruang isolasi Covid-19 tercatat 64 persen juga kosong. Sehingga, dari total 115 bed, yang terisi hanya 42 dan yang kosong 73 ranjang perawatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Wiwik Supartiwi menyebut, keberadaan tenda di RS Soebandi tidak lain untuk membantu antrean UGD di rumah sakit. Setelah angka pasien yang masuk ke rumah sakit menurun, maka antrean tidak seperti dulu lagi. "PPKM tetap, karena belum dicabut. Jadi, tetap waspada," jelasnya.

Reporter : Dwi Siswanto dan Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona
#Covid-19 #Jember #Headline