Dianugerahi RJ Award 2026, Bd Tyas Inovatif Dorong Peran Ayah dalam Kesehatan Ibu dan Anak 

M Adhi Surya • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:39 WIB
Penyerahan Piagam RJ Award kepada Bd. Tyas Edi Winarsih. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
Penyerahan Piagam RJ Award kepada Bd. Tyas Edi Winarsih. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Inovasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Bd. Tyas Edi Winarsih, S.ST., M.M. Baginya, pelayanan kebidanan tidak cukup hanya mengikuti pola yang sudah ada. 

Harus terus dikembangkan agar semakin dekat dengan kebutuhan ibu, anak, dan keluarga.

Praktisi sekaligus edukator kesehatan ibu dan anak itu dianugerahi The Midwifery Excellence and Innovation Award dalam Jawa Pos Radar Jember Award 2026. 

Baca Juga: Pemkab Jember Sodorkan Program Home Care hingga Bunga Desaku ke Lintas Kementerian

Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensinya menghadirkan inovasi dalam pelayanan kebidanan sekaligus mendorong perubahan cara pandang terhadap kesehatan ibu dan anak.

Pengabdian Bd. Tyas telah berlangsung lintas lini pelayanan. Mulai menjadi bidan desa, bertugas di Puskesmas Sumbersari, menangani ruang bersalin RS dr. Soebandi, hingga menjalankan praktik kebidanan mandiri. 

Pengalaman tersebut diperkuat sederet prestasi, termasuk Juara I Praktik Mandiri Bidan Tingkat Nasional di tahun 2025.

Baca Juga: Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan Jadi Fokus! Ini Poin Penting Perubahan APBD Jember

Salah satu gagasan yang terus didorong Bd. Tyas adalah melibatkan ayah dalam pendampingan ibu dan anak. 

Narasi lama masih melekat: semua urusan reproduksi dan pengasuhan adalah urusan perempuan. Padahal riset dan hati kita tahu, ayah yang hadir sejak ibu garis dua adalah fondasi keluarga yang kuat.

“Selama ini kita salah alamat. Kita menaruh seluruh beban kehamilan, persalinan, KB, pengasuhan, dan stunting di pundak ibu. Padahal sejak awal, semesta sudah menciptakan ayah untuk berjalan di sampingnya. Kehadiran ayah bukan pelengkap. Ia adalah kebutuhan,” ujar Bd. Tyas.

Menurutnya, tangisan maupun keluhan anak bukan sekadar suara yang mengganggu. Namun itu cara berkomunikasi anak, karena kehadiran ayah sejak hamil adalah vitamin pertama bagi kehidupan.

Bd. Tyas Edi Winarsih. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
Bd. Tyas Edi Winarsih. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Gagasan tersebut lahir dari prinsip Bd. Tyas untuk terus belajar sekaligus memperbaiki pelayanan. “Belajar adalah nafasku, pelayanan profesional itu jiwaku, prestasiku jembatanku,” tegasnya.

Berbagai inovasi yang dikembangkannya bahkan telah direplikasi oleh Kementerian Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat peran ayah dalam KB Pasca Persalinan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi kebidanan yang berangkat dari kebutuhan keluarga dapat berkembang lebih luas. (dhi/nur)

Editor : M ADHI SURYA
bd Tyas Edi Winarsih Jember Kesehatan