Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Jember Sodorkan Program Home Care hingga Bunga Desaku ke Lintas Kementerian

Maulana RJ
Penulis: Maulana RJ❯
AUDIENSI: Mendes PDT Yandri Susanto, saat menerima lawatan Bupati Gus Fawait bersama jajarannya, di Jakarta, (21/8). Di waktu yang sama, Gus Fawait dan jajarannya juga bertemu dengan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP.(DISKOMINFO)
AUDIENSI: Mendes PDT Yandri Susanto, saat menerima lawatan Bupati Gus Fawait bersama jajarannya, di Jakarta, (21/8). Di waktu yang sama, Gus Fawait dan jajarannya juga bertemu dengan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP.(DISKOMINFO)

Advertisement

Radar Jember - Pemkab Jember terus menyelaraskan program daerah dengan target strategis pemerintah pusat.

Dalam lawatan kerja ke Jakarta, Jumat, (21/8), Bupati Jember Muhammad Fawait membeberkan deretan program unggulan berbasis data langsung ke Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Ia mengakui, langkah jemput bola ini ditujukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember agar sejalan dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto. ​

Advertisement

"Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya," kata Gus Fawait, sapaan dia, dalam keterangan resminya, (22/8).

​Dua inovasi utama yang dibahas Kemendes PDT yakni program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) sebagai kanal serap aspirasi dan pengendali inflasi, serta Home Care yang membawa layanan kesehatan langsung ke pintu rumah warga miskin dan rentan.

Advertisement

Kemendes PDT menilai pendekatan konkret ini layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

​Di Kementerian PKP, Pemkab Jember memamerkan kesiapan sistem pendataan digital untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, yang bisa dituntaskan sesuai target waktu kementerian.

Lebih jauh, ​Gus Fawait menegaskan kolaborasi lintas kementerian krusial agar pembangunan di Jember tidak hanya bertumpu pada APBD, tetapi terakselerasi melalui anggaran pusat.

Target nasional menekan kemiskinan ekstrem di kisaran 4,5–5 persen pada 2029 dinilai membutuhkan integrasi lintas sektor.

​Ia meyakini, kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga harus saling berkaitan.

Advertisement

Artikel Terkait

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Dengan wilayah dampingan yang baru mencakup 13 dari total 226 desa di Jember, jangkauan dan kewenangannya sangat terbatas. Karena itu, sinergi lintas pihak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Ketua Ansor Jember Izzul Ashlah menilai demokrasi tak cukup diperjuangkan lewat demonstrasi. Masyarakat sipil harus memperkuat konsolidasi agar mampu menentukan arah kekuasaan dan melawan dominasi oligarki.

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer