SUMBERSARI, radarjember - Kebakaran rumah dalam sehari hingga terjadi dua kali didua lokasi. Sebelumnya kebakaran rumah miluik Riko, 45, akibat konsleting listrik di Dusun Demangan, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan pada Rabu (15/7/2026) pagi.
Kini kebarakan kembali terjadi menimpa rumah milik Bu Hanafi, warga Jalan Karimata Gg. Bukit Duri, Kelurahan/ Kecamatan Sumbersari, Jember pada rabu (15/7/2026) pukul 18.30 Wib.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, hanya saja rumah korban dari bahan bambu ludes terbakar.
Bermula, pada pukul 17.30 wib, korban sedang merebus telur mengunakan tungku.
Saat merebus telur, korban tertidur sehingga api dalam tungku/ tumang menyambar dinding dari anyaman bambu.
Korban yang terbakar karena merasa panas hingga terbangun.
Saat ternangun api sudah membakar bagian dinding dari anyaman bambu dan merembet. Korban langsung keluar menyelamatkan diri sambil berteriak.
Teriakan korban hinga terdengar beberapa tetangga, selanjutnya tetangga datang dan melihat api sudah membesar. Warga berusaha melakukan pemadaman, namun api membesar dan membakar seluruh rumahnya.
Kebakaran itu juga dilaporkan ke piket Polsek Sumbersari. Laporan itu juga disampaikan ke Posko Damkar di Jalan Danau Toba. Berselang tidak lama dua unit damkar tiba melakukan pemadaman. Sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak merembet kerumah warga lainnya.
Baca Juga: Jember Tidak Dilewati Tol, Untung atau Rugi? Ini Peluang dan Ancamannya
Kompol Heri Supadmo Kapolsek Sumbersari mengatakan, sebelum rumah korban terbakar sempat merebus telur dan selanjutnya ditinggal tidur. Tanpa disadari saat tidur, api dalam tungku menyambar didinding dari anyaman bambu.
"Beruntung , korban terbangun saat rumahnya mulai korban terbangun dan berteriak minta tolong. Kebakaran itu juga dilaporkan ke Polsek dan Posko damkar Jember. Dua unit damkar tiba dilokasi. Sehingga api berhasil dipadamkan. Sebelum damkar tiba, warga sudah berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air," kata Heri.
Api yang menyambar dinding dari bambu itu juga menyambar tumpukan baju dan kasur. Rumah korban korban dari bambu dan dinding anyaman bambu hingga rata dengan tanah.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp.15 juta," pungkas mantan Kapolsek Tempurejo itu.(jum).
Editor : M. Ainul Budi