MOJOSARI, Radar Jember – Aksi pencurian belakangan ini semakin marak. Pelaku tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga warung di wilayah pinggiran dan jalur sepi.
Seperti yang dialami Basori, 35, warga Desa Kasiyan Barat, Kecamatan Puger. Warung miliknya yang berada di Jalur Lintas Selatan (JLS), tepatnya di Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember disatroni maling.
Baca Juga: Muncul Dugaan Pemalsuan Ttd P-APBDes di Jember! BPD Karangsono Diperiksa
Beruntung tidak ada barang yang berhasil dibawa kabur pelaku. Sebab, seluruh barang dagangan setiap hari memang dibawa pulang oleh pemilik warung.
Pelaku diduga masuk ke dalam warung dengan cara membuka beberapa genting atap. Namun, setelah berhasil masuk, pelaku tidak menemukan barang berharga di dalam warung.
“Rupanya pelaku kecelik karena di dalam warung tidak ada barang-barang. Kompor, LPG 3 kilogram, dan barang kecil lainnya memang setiap hari saya bawa pulang,” ujar Basori.
Ia mengaku pertama kali mengetahui warungnya dibobol saat melihat posisi genting dari kejauhan tampak terbuka.
“Saya awalnya melihat genting warung banyak yang terbuka dari jalan tengah sawah. Setelah gembok pintu saya buka, ternyata memang banyak genting yang sudah dibuka,” katanya.
Basori menambahkan, hanya satu toples gula yang sempat diambil pelaku. Namun, barang tersebut ditemukan kembali di belakang warung.
“Barang dagangan semuanya saya bawa pulang karena warung jauh dari rumah warga. Mungkin pelaku mengira masih ada barang di dalam warung, padahal sudah kosong,” imbuhnya.
Menurut Basori, dirinya sudah sekitar tiga tahun berjualan di kawasan JLS dengan menjual kopi, air mineral, dan camilan. “Setiap pulang, semuanya saya bawa pulang,” katanya.
Ia juga menyebut pencurian di kawasan tersebut cukup sering terjadi. Bahkan beberapa hari lalu, mesin bor di gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang masih dalam proses pembangunan juga dilaporkan hilang dicuri. “Kalau di warung saya, pelaku masuk lewat genting karena gembok pintu tidak dirusak,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi